- Meta meluncurkan fitur pengawasan baru di Meta AI agar orang tua global dapat memantau topik pencarian remaja.
- Fitur tersebut menyediakan gambaran topik umum tanpa menampilkan isi percakapan pribadi secara mendetail kepada orang tua.
- Meta bekerja sama dengan Cyberbullying Research Center menyediakan panduan pertanyaan untuk membantu komunikasi orang tua dengan remaja.
Suara.com - Anak remaja makin sering menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk mencari informasi, mengerjakan tugas, atau sekadar bertanya tentang hal yang membuat mereka penasaran. Kondisi ini membuat orang tua perlu memahami bagaimana anak berinteraksi dengan teknologi tersebut.
Meta mencoba menjawab kebutuhan itu lewat fitur pengawasan baru di aplikasi Meta AI. Orang tua dan wali di seluruh dunia kini bisa melihat topik yang ditanyakan remaja kepada Meta AI selama tujuh hari terakhir.
Fitur ini tidak menampilkan isi percakapan satu per satu. Orang tua hanya mendapat gambaran mengenai topik yang dibahas, seperti sekolah, hiburan, gaya hidup, perjalanan, penulisan, hingga kesehatan dan kesejahteraan.
Untuk menggunakannya, orang tua perlu mengaktifkan fitur pengawasan melalui aplikasi Meta AI atau Family Center.
Meta juga menyediakan pengaturan Konten Terbatas bagi orang tua yang ingin menerapkan pembatasan lebih ketat dibandingkan pengaturan bawaan untuk pengguna berusia 13 tahun ke atas.
Bukan Cuma Memantau, Orang Tua Diajak Ngobrol
Meta menyadari bahwa mengetahui aktivitas anak di AI saja belum tentu cukup. Orang tua juga perlu tahu cara membicarakan pengalaman tersebut tanpa membuat anak merasa dihakimi.
Karena itu, Meta bekerja sama dengan Cyberbullying Research Center untuk menyediakan pertanyaan pemantik yang bisa digunakan saat mengobrol dengan remaja.
Setiap pertanyaan dilengkapi panduan agar orang tua memahami tujuan dan cara menyampaikannya.
Panduan tersebut bisa diakses melalui situs Family Center dan tautan pada tab Insights di fitur pengawasan.
Ada Perlindungan Tambahan untuk Remaja
Fitur pemantauan topik ini melengkapi perlindungan yang sebelumnya diterapkan Meta pada pengalaman AI untuk remaja.
Meta menyatakan sistemnya dirancang untuk membatasi jawaban yang tidak sesuai usia, termasuk pada pertanyaan tertentu yang memerlukan penanganan lebih hati-hati.
Perusahaan juga telah mengumumkan pengembangan peringatan bagi orang tua ketika remaja mencoba membahas bunuh diri atau tindakan menyakiti diri sendiri dengan Meta AI.
Selain itu, Meta memperkenalkan AI Wellbeing Expert Council, kelompok pakar yang akan memberi masukan untuk pengembangan pengalaman AI yang lebih aman dan sesuai usia.
Lewat langkah ini, Meta ingin memberi orang tua gambaran yang lebih jelas tentang cara remaja menggunakan AI.
Namun, informasi yang ditampilkan tetap berupa topik umum, sehingga komunikasi langsung antara orang tua dan anak masih menjadi bagian penting dalam mendampingi penggunaan teknologi tersebut.