Catat Tanggalnya! 4 Fenomena Langit Langka Ini Siap Hiasi Bulan Oktober 2026

Minggu, 11 Oktober 2026 | 13:30 WIB
hujan meteor (magnific)
BACA 10 DETIK
  • Saturnus mencapai oposisi pada tanggal 4 Oktober 2026, membuatnya tampak sangat terang sepanjang malam.
  • Bulan baru pada tanggal 10 Oktober 2026 menciptakan kondisi optimal guna mengamati objek langit redup.
  • Merkurius mencapai elongasi timur terbesar pada 12 Oktober 2026 sehingga lebih mudah dicari saat senja.

Suara.com - Fenomena langit Oktober 2026 tidak hanya menghadirkan hujan meteor, tetapi juga sejumlah peristiwa astronomi yang menarik untuk diamati dari Bumi.

Sepanjang bulan ini, pengamat dapat menyaksikan perubahan posisi planet serta fase Bulan yang memengaruhi kondisi langit malam.

Beberapa fenomena bahkan menjadi kesempatan untuk mengenali benda langit menggunakan mata telanjang maupun bantuan teleskop.

Selain hujan meteor Draconids dan Orionids, terdapat beberapa fenomena astronomi lain yang berlangsung pada Oktober 2026.

Mengacu pada kalender astronomi yang dirangkum dari SeaSky.org, berikut sejumlah peristiwa yang dapat masuk dalam agenda pengamatan bulan ini.

1. Saturnus mencapai oposisi pada 4 Oktober

Saturnus mencapai oposisi pada 4 Oktober 2026, yaitu ketika planet tersebut berada berlawanan arah dengan Matahari jika diamati dari Bumi. Posisi ini membuat Saturnus dapat terlihat sepanjang malam dan tampak lebih terang dibandingkan sebagian besar waktu lainnya dalam setahun.

Fenomena oposisi menjadi kesempatan menarik bagi pencinta astronomi untuk mengamati planet bercincin tersebut.

Dengan teleskop yang memadai, pengamat berpeluang melihat cincin Saturnus dan beberapa satelit alaminya yang terang.

2. Bulan baru pada 10 Oktober

Bulan memasuki fase baru pada 10 Oktober 2026 pukul 15.50 UTC atau 22.50 WIB. Pada fase ini, Bulan berada di antara Bumi dan Matahari dalam susunan yang membuat sisi terangnya tidak menghadap Bumi, sehingga Bulan sulit terlihat di langit malam.

Minimnya cahaya Bulan juga memberikan kondisi yang lebih mendukung untuk mengamati objek langit redup, seperti galaksi dan gugus bintang. Pengamatan akan lebih optimal jika dilakukan di lokasi dengan polusi cahaya rendah dan cuaca cerah.

3. Merkurius mencapai elongasi timur terbesar pada 12 Oktober

Merkurius mencapai elongasi timur terbesar pada 12 Oktober 2026 dengan jarak sudut sekitar 19,6 derajat dari Matahari. Elongasi merupakan jarak sudut antara planet dan Matahari jika dilihat dari Bumi.

Pada posisi tersebut, Merkurius relatif lebih mudah dicari di langit senja dibandingkan ketika berada dekat dengan Matahari dari sudut pandang pengamat.

Cobalah melihat ke arah barat sesaat setelah Matahari terbenam, dengan pandangan terbuka ke cakrawala.

Karena posisinya tetap rendah dan waktu pengamatannya singkat, Merkurius bisa sulit ditemukan jika langit berkabut atau terhalang bangunan.

4. Bulan purnama pada 26 Oktober

Bulan mencapai fase purnama pada 26 Oktober 2026 pukul 04.13 UTC atau 11.13 WIB. Pada fase ini, seluruh sisi Bulan yang menghadap Bumi tampak terang karena mendapatkan pencahayaan Matahari secara penuh dari sudut pandang pengamat.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com