- Matcha terbuat dari bubuk daun teh hijau yang mengandung kafein alami, L-theanine, serta antioksidan.
- Satu sajian standar matcha umumnya memiliki kandungan kafein yang lebih rendah daripada secangkir kopi seduh.
- Konsumsi matcha secara berlebihan dapat memicu efek samping seperti kegelisahan, jantung berdebar, hingga gangguan tidur.
Sementara itu, secangkir kopi seduh berukuran sekitar 237 mililiter umumnya mengandung sekitar 80–100 miligram kafein.
Jumlahnya dapat jauh lebih tinggi atau lebih rendah bergantung pada jenis biji, ukuran sajian, dan metode penyeduhan. Satu takaran espresso berukuran sekitar 30 mililiter biasanya mengandung kurang lebih 60–65 miligram kafein.
Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa satu sajian matcha pada umumnya mengandung kafein lebih sedikit daripada secangkir kopi seduh standar. Namun, matcha yang dibuat dengan bubuk lebih banyak dapat memiliki kadar kafein yang mendekati atau melampaui sajian kopi tertentu.
Perlu diperhatikan pula bahwa ukuran gelas bukan satu-satunya penentu jumlah kafein. Matcha latte berukuran besar, misalnya, dapat mengandung lebih banyak kafein jika dibuat menggunakan beberapa sendok bubuk. Sebaliknya, kopi dengan seduhan ringan belum tentu memiliki kadar kafein setinggi kopi yang lebih pekat.