- Teknik Cyanotype memadukan reaksi fotokimia dedaunan dengan sinar matahari.
- Sejarah seni Cyanotype dipopulerkan oleh fotografer wanita Anna Atkins.
- Proses cetak Cyanotype sangat mudah dilakukan secara mandiri di rumah.
Suara.com - Cyanotype, merupakan teknik membuat cetakan biru dari daun dan cahaya matahari, kini menjadi alternatif kegiatan kreatif yang makin digandrungi. Teknik ini memadukan proses fotokimia dan seni fotografi klasik di era modern.
Cukup berbekal dua larutan kimia sederhana, kertas, serta siluet dedaunan di bawah sinar matahari, siapa saja bisa menyulap bentuk-bentuk alami menjadi cetakan artistik bernilai estetika tinggi tanpa memerlukan kamera.
Dari Ilmu Botani hingga Seni Fotografi
Dikutip dari Royal Botanic Gardens, Kew, teknik cyanotype pertama kali ditemukan pada tahun 1842 oleh ilmuwan asal Inggris, Sir John Herschel.
Namun, potensi besarnya dalam dunia botani dipopulerkan oleh Anna Atkins, seorang botanis dan fotografer wanita pertama di dunia.
Anna memanfaatkan larutan sensitif cahaya ini untuk mendokumentasikan spesimen alga dan tanaman pakis.
Buku yang ia ciptakan, Photographs of British Algae: Cyanotype Impressions (1843), diakui sebagai buku pertama yang diilustrasikan dengan fotografi.
Garis-garis cetakan biru ini kemudian juga digunakan oleh para arsitek dan insinyur untuk menggandakan denah bangunan, yang menjadi asal-usul istilah blueprint.
Bagaimana Cara Kerja Cyanotype
Saat ferri amonium sitrat (atau ferri amonium oksalat) digabungkan dengan kalium ferisianida, campuran ini akan berubah menjadi sangat sensitif terhadap sinar ultraviolet (UV).
Racikan bahan kimia tersebut kemudian dioleskan pada permukaan kertas atau kain, lalu dikeringkan di ruangan kedap cahaya.
Setelah mengering, kamu bisa menata objek, seperti dedaunan di atasnya dan menjemurnya di bawah terik matahari.
Sinar UV akan memicu reaksi kimia yang mengubah warna latar belakang menjadi biru kehijauan khas Cyanotype, sementara area yang tertutup objek akan mempertahankan warna putih aslinya.
Proses ini diakhiri dengan membilas media dalam air untuk melarutkan sisa bahan kimia agar cetakan terkunci secara permanen dan tidak lagi bereaksi dengan cahaya.
Bagaimana Cara Membuat Cyanotype Mandiri
A. Alat dan Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat cyanotype sendiri di rumah, bahan-bahan yang diperlukan cukup sederhana, terjangkau, serta beberapa dapat ditemui di sekitar rumah kamu:
- Campuran Ferric Ammonium Citrate dan Potassium Ferricyanide.
- Kertas cat air (watercolor paper) bertekstur tebal atau kain katun.
- Dedaunan dengan bentuk unik, bunga kering, atau tanaman pakis.
- Kaca bening atau bingkai foto, yang akan digunakan untuk menahan posisi daun agar tidak bergeser terkena angin.
- Kuas, untuk mengoleskan larutan ke media cetak.
- Air Bersih & Nampan, untuk proses pembilasan.
B. Langkah-Langkah
- Campurkan larutan Ferric Ammonium Citrate dan Potassium Ferricyanide. Lakukan di ruangan yang redup tanpa paparan sinar matahari langsung. Campurkan kedua bahan kimia sensitif cahaya sesuai petunjuk takaran hingga merata.
- Lapisi permukaan kertas atau kain yang akan dijadikan media menggunakan campuran larutan Ferric Ammonium Citrate dan Potassium Ferricyanide. Pastikan permukaan dilapisi secara merata. Gunakan kuas untuk mengoleskan larutan ke atas kertas cat air. Biarkan kertas mengering di tempat yang gelap dan terhindar dari sinar UV.
- Pilih bentuk daun yang kontras. Letakkan helai daun atau bunga di atas kertas yang telah kering. Jepit menggunakan kaca bening agar daun menempel rata di atas permukaan kertas.
- Bawa racikan ke luar ruangan dan paparkan di bawah sinar matahari langsung selama 5 hingga 15 menit. Warna larutan pada kertas akan berubah dari kehijauan menjadi abu-abu kebiruan.
- Angkat dedaunan, lalu bilas kertas dalam nampan berisi air bersih hingga sisa bahan kimia terbuang. Bayangan daun akan tampak putih bersih berkat kontras latar belakang biru Prussian yang terbentuk pekat. Angin-anginkan hingga kering.
Kontributor : Muhammad Ikhwan Nur Ariyansyah