- Perusahaan teknologi Prancis Thales meluncurkan Point of Presence kedua Imperva Application Security di Jakarta.
- Fasilitas baru tersebut memberikan kapasitas tambahan dan redundansi geografis guna memperkuat keamanan serta kedaulatan digital Indonesia.
- Ekspansi infrastruktur keamanan ini bertujuan melindungi lonjakan trafik web, layanan digital, dan aplikasi dari ancaman bot berbasis kecerdasan buatan.
Suara.com - Perusahaan teknologi asal Prancis, Thales mengumumkan peluncuran Point of Presence (PoP) keduanya di Jakarta. Mereka memperluas infrastruktur Imperva Application Security seiring organisasi-organisasi di Indonesia meningkatkan skala layanan digital dan layanan yang didukung oleh AI.
Indonesia sendiri menjadi satu-satunya pasar di Asia Tenggara yang mana Imperva Application Security mengoperasikan dua PoP, sebuah respons langsung terhadap tingginya permintaan dari sektor keuangan negara.
Regional Director Singapore, Indonesia, & Malaysia Thales, Fei Wen Ho menyatakan kalau lebih dari separuh bank terkemuka di Indonesia mengandalkan Imperva Application Security untuk melindungi aplikasi-aplikasi krusial bagi bisnis.
Seiring dengan institusi-institusi yang memperluas layanan digital mereka, banyak yang membutuhkan tingkat keandalan yang lebih tinggi untuk mendukung aplikasi-aplikasi yang digunakan oleh nasabah mereka. Kehadiran PoP kedua di Jakarta ini memenuhi kebutuhan tersebut.
“Fase pertumbuhan digital Indonesia berikutnya akan semakin dipengaruhi oleh AI, otomatisasi, dan aplikasi-aplikasi yang perlu tersedia sepanjang waktu. Seiring semakin pentingnya layanan tersebut bagi bisnis, konsumen, dan layanan publik, infrastruktur yang melindunginya juga harus terus berkembang,” kata Fei Wen Ho, Kamis (15/10/2026).
Beroperasi melalui penyedia pusat data yang berbeda dari PoP pertama Thales di Jakarta yang diluncurkan pada 2019, lokasi baru ini menghadirkan redundansi geografis melalui fasilitas yang terpisah secara fisik serta kapasitas tambahan untuk melayani pertumbuhan trafik domestik.
Secara bersama-sama, kedua PoP tersebut menyediakan ketahanan terhadap gangguan (failover) dan memperkuat infrastruktur Imperva Application Security di Indonesia.
Hal ini juga mendukung ambisi Indonesia dalam memperkuat kedaulatan digital yang lebih luas dengan memastikan trafik aplikasi lokal tetap disalurkan dan dilindungi melalui infrastruktur di dalam negeri.
“Point of Presence kedua kami di Jakarta menambah kapasitas dan ketahanan yang dibutuhkan organisasi seiring semakin banyaknya layanan esensial yang beralih ke platform online," lanjutnya.
Ekspansi ini dilakukan di tengah upaya Indonesia menjadikan infrastruktur digital sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi dan penyelenggaraan layanan publik.
Pada Juli 2026, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia (Kementerian PPN/Bappenas) meluncurkan Roadmap Infrastruktur Digital Indonesia 2026–2030, yang menetapkan ambisi untuk membangun ekosistem digital yang aman, kuat, dan berdaulat.
Pada saat yang sama, AI mengubah karakteristik layanan digital yang perlu didukung dan dilindungi oleh infrastruktur. Seiring agen AI dan sistem otomasi (automated system) semakin banyak berinteraksi secara langsung dengan aplikasi dan API, organisasi harus mengelola aktivitas mesin yang valid bersamaan dengan otomatisasi berbahaya (malicious automation), serta tetap mempertahankan ketersediaan dan kepercayaan yang diharapkan pengguna.
Menurut Thales Bad Bot Report 2026, bot menyumbang lebih dari 53% dari seluruh trafik web pada 2025, sementara serangan bot berbasis AI meningkat hingga 12,5 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.
Secara keseluruhan, perubahan ini semakin meningkatkan kebutuhan infrastruktur keamanan aplikasi yang berlokasi di dalam negeri untuk melindungi aplikasi dan API seiring dengan berkembangnya interaksi digital dan otomasi.
PoP baru di Jakarta menyediakan akses ke berbagai kapabilitas Imperva Application Security termasuk Web Application Firewall, Advanced Bot Protection, API Security, perlindungan DDoS, dan layanan distribusi konten. Kapabilitas ini membantu melindungi aplikasi dan API sekaligus mendukung ketersediaan layanan digital yang esensial.
Infrastruktur yang diperluas ini akan mendukung organisasi di berbagai sektor, termasuk jasa keuangan, e-commerce, telekomunikasi, dan pemerintahan, yang semakin mengandalkan aplikasi dan API untuk menunjang transaksi, layanan pelanggan, serta penyelenggaraan layanan publik.
Dengan hadirnya PoP kedua di Jakarta, Thales menyediakan kapasitas tambahan dan kemampuan pengalihan layanan yang lebih kuat bagi organisasi di Indonesia untuk aplikasi dan API yang menjaga bisnis mereka tetap berjalan.
Peluncuran ini menjadikan jaringan Imperva Application Security memiliki 17 PoP di kawasan Asia Pasifik dan Jepang serta 61 PoP secara global.