- Google meluncurkan model AI Gemini 4 Argon pada 13 Oktober 2026 untuk membantu robot mempelajari keterampilan fisik.
- Model ini menguji kemampuan robot Apollo buatan Apptronik hingga berhasil melakukan tujuh lemparan bola berturut-turut di dunia nyata.
- Gemini 4 Argon kini sudah tersedia secara global melalui API di Google AI Studio dan platform Gemini bagi pengembang.
Gemini 4 Argon Tak Cuma Mengandalkan Kemampuan Visual
Kemampuan memahami ruang dan gerakan menjadi salah satu aspek yang disorot Google dalam peluncuran Gemini 4 Argon pada 13 Oktober 2026.
Google menyatakan model ini meraih skor 87 persen pada Embodied Reasoning Question Answering (ERQA), tolok ukur yang menguji kemampuan AI memahami persoalan fisik dan spasial dalam lingkungan tiga dimensi.
Menurut Google, hasil tersebut menempatkan Argon di atas model-model terdepan lain yang dibandingkan dalam pengujian itu.
Di luar robotika, Google juga memosisikan Argon sebagai model untuk pekerjaan kompleks di bidang pemrograman, sains, keuangan, hukum, dan keamanan siber.
Model ini dirancang untuk menangani tugas bertahap yang membutuhkan analisis mendalam, bukan sekadar memberikan jawaban singkat.
Gemini 4 Argon mulai tersedia secara global bagi pengembang dan pelanggan perusahaan melalui API di Google AI Studio dan platform Gemini.
Pelanggan Google AI Ultra juga dapat mengaksesnya melalui Google Antigravity, sementara pelanggan Google AI Ultra dan Pro bisa mencobanya melalui aplikasi Gemini serta Mode AI di Google Search.
Eksperimen Apollo memberi gambaran tentang arah pengembangan AI berikutnya: bukan hanya memahami instruksi manusia, tetapi juga membantu mesin melakukan sesuatu secara fisik.
Tantangannya sekarang adalah membuktikan bahwa kemampuan tersebut dapat bekerja secara konsisten di luar skenario uji coba.