- Asus Indonesia meluncurkan laptop ProArt P14 dan ProArt P16 di Jakarta pada 20 Oktober 2026.
- Kedua laptop kreator profesional tersebut dibekali chip NVIDIA RTX Spark untuk menjalankan kecerdasan buatan secara lokal.
- ASUS ProArt P14 dipasarkan seharga Rp80.999.000 dan ProArt P16 dijual seharga Rp113.999.000.
Suara.com - Asus membawa dua laptop kreator profesional terbaru ke Indonesia, yakni ProArt P14 dan ProArt P16.
Keduanya mengandalkan chip NVIDIA RTX Spark dan kapasitas memori besar untuk menjalankan kecerdasan buatan (AI) secara langsung di perangkat, tanpa harus mengandalkan koneksi internet atau layanan cloud.
Harga kedua laptop ini menyasar kalangan profesional. ASUS ProArt P14 dibanderol Rp80.999.000, sedangkan ASUS ProArt P16 dijual Rp113.999.000.
Salah satu kemampuan yang ditawarkan adalah menjalankan model AI generatif secara lokal.
Fitur ini bisa berguna bagi kreator yang mengolah materi sensitif, seperti foto produk atau video milik klien, sehingga file tidak perlu diunggah ke layanan cloud untuk diproses.
Asus Indonesia menguji kemampuan tersebut menggunakan ProArt P14 dengan memori terpadu atau Unified Memory 64GB.
Pengujian dilakukan melalui aplikasi ComfyUI Desktop dengan menjalankan model AI secara lokal tanpa koneksi internet.
Country Manager ASUS Indonesia, Lenny Lin, mengatakan kedua laptop ini dirancang untuk mendukung kebutuhan kreator profesional, termasuk mereka yang membutuhkan pemrosesan AI dengan tetap menjaga privasi materi pekerjaan.
"ASUS ProArt P14 dan P16 bukan sekadar laptop kreator biasanya, melainkan pusat komputasi AI lokal yang membebaskan para kreator dari batasan konektivitas dan kekhawatiran privasi," ujar Lenny dalam peluncuran di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
Uji AI Lokal, dari Mengedit Foto hingga Membuat Video
Dalam pengujian internalnya, Asus menjalankan dua skenario AI pada ProArt P14. Pengujian pertama menggunakan Qwen Image 2.1 dengan kuantisasi INT8 untuk mengolah foto produk menjadi adegan sinematik.
Proses tersebut dijalankan pada resolusi 1024 dengan 40 langkah pemrosesan (steps). Selama pengujian, penggunaan memori GPU mencapai puncak 19,8GB, dengan utilisasi GPU 100 persen dan suhu 68 derajat Celsius.
Pengujian berikutnya menggunakan model MiniMax H3 dengan kuantisasi INT8. Model ini digunakan untuk mengubah sebuah foto menjadi video berdurasi lima detik yang dilengkapi audio.
Dengan pengaturan resolusi 0,7 megapiksel dan mode turbo, proses tersebut selesai dalam waktu 5 menit 54 detik. Penggunaan memori GPU mencapai puncak 28,1GB.
Hasil pengujian itu menunjukkan bahwa model AI yang membutuhkan memori besar dapat dijalankan langsung di perangkat dengan konfigurasi yang sesuai.