Suara.com - Uang donasi Agus Salim memang sudah dialihkan ke korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur oleh Denny Sumargo dan perwakilan yayasan yang dulu dipimpin Pratiwi Noviyanthi.
Namun, keputusan itu malah semakin membuat runyam kisruh donasi Agus. Agus Salim, yang masih belum terima uang donasi Rp1,3 miliar untuknya dialihkan ke korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki, mengingatkan mereka agar tidak menerima sumbangan dari Denny Sumargo.
"Untuk peringatan juga, kepada masyarakat Nusa Tenggara Timur, jangan menerima uang dari DS dan G. Uang tersebut milik Agus, untuk pengobatan mata Agus," ujar Rizaldi Hendriawan, tim Farhat Abbas yang juga kuasa hukum Agus Salim belum lama ini.
Tak berhenti sampai di situ, Agus Salim lewat Rizaldi Hendriawan juga menakut-nakuti korban erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki bahwa akan ada konsekuensi hukum kalau tetap menerima uang donasi dari Denny Sumargo dan yayasan.
"Jika memang nanti tetap ada yang menerima uang tersebut, hati-hati. Sudah diperingatkan oleh bang Farhat Abbas, kalau menerima uang tersebut bisa diduga terkena pasal pencucian uang," kata Rizaldi Hendriawan.
"Kalau memang ada bukti, ada penerima dari DS dan G, maka kami akan laporkan penerima manfaat di Nusa Tenggara Timur itu," lanjutnya.
Pernyataan Rizaldi Hendriawan viral dan membuat Farhat Abbas banjir kritik. Mantan suami Nia Daniaty sampai harus meminta maaf karena kegaduhan itu.
Video Editor: RF
Berita Terkait
-
Teh Novi Curhat Alami Rambut Rontok Parah Pasca Operasi Bariatrik, Ini Sebabnya!
-
Ditinggal Kabur Istri, Agus Salim Kini Makin Sedih
-
Icang, Korban Congkel Mata di Bogor Meninggal Dunia
-
Miris! Teh Novi Banting Tulang Bantu ODGJ, Anggota DPR Malah Asik Joget di Sidang
-
Gunung Lewotobi Laki-laki kembali erupsi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam