Suara.com - Pemerintah tengah menyiapkan transformasi besar dalam skema penyaluran bantuan sosial (bansos) yang akan dialihkan dari bentuk produk menjadi bantuan uang tunai (cash transfer).
Hal ini disampaikan dalam keterangan pers Ketua Dewan Ekonomi Nasional usai melapor kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka.
Sejalan dengan perubahan skema tersebut, pemerintah merealisasikan digitalisasi perlindungan sosial (Perlinsos) yang kini telah menjangkau 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
Program ini telah mendata lebih dari 11,5 juta keluarga penerima manfaat dengan dukungan ratusan ribu agen Perlinsos di daerah.
Uji coba program digitalisasi ini terbukti efektif menekan angka exclusion error hingga 24,1 persen serta memperkecil risiko penyaluran yang salah sasaran.
Melalui penguatan sistem digital dan skema bantuan tunai ini, pemerintah optimistis penyaluran bansos dapat berjalan secara transparan dan akuntabel.