Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia dalam menjalankan diplomasi the good neighbor policyatau kebijakan bertetangga yang baik saat memimpin sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (21/10/2026).
Prinsip politik luar negeri bebas aktif ini terus dipegang teguh sebagaimana warisan para pendiri bangsa demi menjaga perdamaian serta kepentingan nasional.
Prabowo mengungkapkan bahwa pendekatan diplomasi tersebut sudah ia terapkan sejak menjabat sebagai Menteri Pertahanan pada era Presiden ke-7 RI Joko Widodo.
Dalam pemaparannya, ia mengulang kembali pameo diplomasi bahwa seribu kawan terlalu sedikit dan satu musuh terlalu banyak bagi Indonesia.
Ia juga menegaskan bahwa Indonesia tidak akan bergabung dengan blok militer mana pun serta konsisten menolak segala bentuk imperialisme dan penjajahan sesuai amanat UUD 1945.
Sementara untuk politik dalam negeri,Presiden menekankan pentingnya merangkul seluruh kekuatan nasional di tengah ketidakpastian kondisi geopolitik dan ekonomi global.
Creative/Video Editor: Aqilah/Michael