Suara.com - Pakar akademisi dan pengamat politik, Rocky Gerung memberikan sorotan tajam terkait framing pemberitaan di media massa mengenai program MBG serta Kopdes.
Di hadapan para mahasiswa, Rocky mengkritik derasnya sentimen negatif dan narasi miring yang terus dicekoki kepada publik tanpa melihat esensi serta potensi dampak jangka panjang dari program tersebut.
Rocky menilai bahwa dikotomi serta narasi yang terlalu menyudutkan justru dapat memperkeruh persepsi masyarakat terhadap program-program strategis yang menyasar kesejahteraan rakyat di tingkat akar rumput.
Menurut pria 67 tahun yang kini menjabat Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) itu, daya kritis mahasiswa dan publik harus tetap objektif, yaitu mampu membedakan antara evaluasi kebijakan yang konstruktif dan narasi politik yang tendensius.