Puardi surya dinata
Senin, 09 Desember 2019 | 16:53 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir. (Suara.com/Fadil)

Setelah memberhentikan 5 Deputi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan mengangkat beberapa tokoh terkenal tanah air untuk menjadi direksi di beberapa BUMN, Erick Thohir kembali membuat gebrakan dengan memecat Direktur Utama PT Garuda Indonesia, I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra yang terlibat dalam kasus penyeludupan barang berupa motor Harley-Davidson yang di temukan di dalam pesawat Garuda Indonesia berjenis A300-900 NEO yang baru datang dari Prancis.

Kebijakan memecat Dirut PT Garuda Indonesia ini merupakan sebuah kebijakan yang tepat karena dari kasus penyeludupan tersebut Indonesia mengalami kerugian yang tidak sedikit. Selain itu Dirut yang telah melakukan penyeludupan barang secara ilegal tersebut tidak dapat menjadi contoh baik bagi karyawan-karyawan yang ada di PT Garuda Indonesia dan telah mencoreng nama maskapai penerbangan terkenal di Indonesia tersebut.

Kasus ini dapat menjadi contoh bagi para Petinggi BUMN yang lain agar tidak bermain di BUMN dan menyalahgunakan kekuasaanya untuk kepentingan pribadi. BUMN sendiri tercatat memiliki 142 perusahaan yang tersebar di berbagai lini usaha seperti MIGAS, Perbankan, telekomunikasi, dan masih banyak yang lainya.

Namun hanya 15 perusahaan yang meberikan pendapatan kepada pemerintah. Begitu ironis mengingat banyaknya perusahaan di BUMN tersebut. Hal ini menjadi catatan penting bagi Erick Thohir selaku menteri BUMN yang baru agar kinerja BUMN kedepanya dapat menjadi lebih baik.

Kementrian ini  juga merupakan salah satu kementrian yang banyak menyumbang dalam pendapatan negara. Hal ini membuktikan bahwa BUMN sangat penting bagi Indonesia. Jika perusahaan yang ada di BUMN tidak dikelola oleh orang orang yang berkompeten maka perusahaan-perusahaan tersebut tidak dapat berjalan dengan optimal dan tidak memiliki daya saing tinggi di tingkat regional maupun internasional.

Selain itu, BUMN yang memiliki aset dan profit yang besar bagi bangsa Indonesia sanggat butuh sosok-sosok tegas yang dapat memberanatas para koruptor yang ada di perusahaan-perusahaan BUMN agar perusahaan-perusahaan ini dapat berkembang kearah yang lebih baik.

Dapat menjadi perusahaan besar yang membuka lapangan pekerjaan yang banyak bagi rakyat Indonesia dan menjadi salah satu pemasok kebutuhan-kebutuhan pokok yang di perlukan bagi rakyat Indonesia.

Memimpin Kementrian BUMN bukan merupakan hal yang mudah. Dengan 142 perusahaaan yang ada, hal ini merupakan tanggung jawab yang besar bagi Erick Thohir untuk memimpin kementrian ini kedepanya. Dengan memberhentikan Dirut PT Garuda Indonesia yang bermasalah dan mengangkat orang-orang berkompeten untuk membantu BUMN, merupakan bukti keseriusan dari Erick Thohir untuk merombak total BUMN.

Kedepanya diharapkan kinerja dari Kementrian BUMN yang dipimpin oleh Erick Thohir ini dapat meningkatkan kinerja perusahaan-perusahaan yang ada agar tidak hanya 15 perusahaan saja yang menyumbang profit pada pendapatan BUMN melainkan seluruh perusahaan-perusahaan yang ada di dalam BUMN. Diharapkan juga BUMN dapat berkembang kearah yang lebih baik dan berdaya saing dan menjadi salah satu pendorong bagi negara Indonesia untuk menjadi negara yang maju.