/
Sabtu, 20 Agustus 2022 | 16:34 WIB
Kolase foto dokumen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bigadir J, dan Bharada E. Diduga, adanya peristiwa di TKP Magelang yang diduga membuat Ferdy Sambo murka kepada Brigadir J. (instagram kadivpropam)

SuaraBandung.id - Mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara mengungkap semua kejadian di TKP Magelang yang diduga berkaitan dengan pembunuhan Brigadir J atas perintah Ferdy Sambo.

Deolipa Yumara mengungkap semua kejadian di Magelang saat menjadi tamu undangan Karni Ilyas di kanal Youtube Karni Ilyas Club, belum lama ini.

Karni Ilyas banyak mengorek Deolipa Yumara dari mulai ditawari menangani Bharada E hingga adanya pengakuan jika skenario baku tembak di Duren Tiga terbongkar.

Kepada Deolipa Yumara, Bharada E mengaku jika dirinya menembak Brigadir J. Setelah itu, Bharada E bertanya pada Deolipa Yumara, apakah jika menembak Brigadir J atas perintah atasan bisa terbebas dari hukuman mati.

Saat itu Deolipa Yumara meyakinkan Bharada E jika apa yang dilakukan pada Brigadir J tidak bisa dihukum maksimal, lantaran ada perintah atasan yakni Irjen Ferdy Sambo.

Mendapat keyakinan itu, Bharada E lantas mengakui semuanya melalui tulis tangan yang dibuat langsung dengan diketahui Deolipa Yumara.

Dari tulisan berisi pengakuan tersebut, kemudian ada cerita di TKP Magelang. Deolipa Yumara yang saat itu masih menjadi pengacara Bharada E, membongkar kronologi peristiwa di Magelang.

Diduga, adanya peristiwa di TKP Magelang yang diduga membuat Ferdy Sambo murka kepada Brigadir J.

Deolipa Yumara menceritakan peristiwa di Magelang berdasar dari pengakuan Bharada E. 

Baca Juga: Persib Dikomando Luis Milla, Bung Binder Keluarkan Analisis Mengejutkan, Pemain Tua Bisa Tersingkir?

Awal cerita Deolipa Yumara adalah kejadian pada (6/7/2022). Ketika itu dikatakan Deolipa Yumara, Irjen Ferdy Sambo bersama istrinya Putri Candrawathi merayakan ulang tahun pernikahan.

Acara ulang tahun pernikahan tersebut berlangsung di Magelang, mulai pukul 22.00 WIB sampai pukul 01.00 WIB dini hari 7 Juli 2022.

Saat acara tersebut, semua yang hadir termasuk Brigadir J dan Bharada E menikmati acara secara santai.

Akan tetapi, di sana setelah acara selesai mulai ada pertengkaran antara Ferdy Sambo dan istrinya, Putri Candrawathi.

Diduga lantaran ada pertengkaran itu, Ferdy Sambo bersama ajudan pulang ke Jakarta meninggalkan istrinya di Magelang.

Saat itu Ferdy Sambo pulang ke Jakarta memakai pesawat pada (7/7/2022), sekitar pukul 08.00 WIB.

Ferdy Sambo saat itu beralasan berangkat ke Jakarta lebih dulu untuk menjalani aktivitas bekerja sebagai Kadiv Propam.

Setelah Ferdy Sambo berangkat, yang ada di TKP Magelang hanya ada istri Irjen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi.

Kemudian ada Bharada Richard Eliezer, Brigadir Yosua, dan Bripka Ricky, dan juga seorang wanita bernama Susi. 

Selain mereka ada juga sosok lain yang diduga orang dekat Ferdy Sambo yang disebut Deolipa Yumara adalah diduga sebagai pemicu kasus ini.

Deolipa Yumara menyebut, hubungan Kuwat dan Brigadir J ini di beberapa waktu tidak baik sehingga muncul perselisihan.

Pada hari yang sama (7/7/2022) sore, Bharada E dan Bripka RR mendapatkan tugas mengantarkan makanan ke sekolah Taruna Magelang tempat anak Ferdy Sambo belajar.

Saat itu posisi Putri Candrawati ada di rumah bersama Kuwat, Susi dan Brigadir J. 

Di sana menurut pengakuan Kuwat, ada adegan tak pantas dilakukan Brigadir J dan Putri Candrawathi di sofa dan kamar.

Kemudian Deolipa Yumara menceritakan, Putri Candrawathi tampak menangis, lalu menghubungi ponsel Bharada E.

Saat itu kata Deolipa Yumara, istri Ferdy Sambo menanyakan keberadaan Bripka Ricky.

“Sekitar jam 5 atau 6 sore, antara itu. Ditelepon-lah oleh bu Putri. Bu Putri bilang Richard (Bharada E) itu Riki (Bripka RR) di mana tolong kemari (pulang ke rumah di Magelang). Sembari nangis-nangis," ucap Deolipa Yumara menirukan kesaksian Bharada E.

"Richard (Bharada E) kemudian ngasih handphone ini ke Riki. Diterimalah oleh Riki. Kemudian Riki buru-buru sama Richard pulang,” kata Deolipa Yumara melanjutkan pengulangan pembicaraan kliennya.

Dari sana, Bharada E dan Bripka RR buru-buru pulang ke kediaman Putri Candrawathi di Magelang.

Di sana saat itu, Bharada E dan Bripka RR langsung menuju lantai dua tempat istri Ferdy Sambo berada.

Akan tetapi, lanjut Deolipa Yumara, saat akan menemui Putri Candrawathi keduanya malah dihalangi oleh ajudan pribadi keluarga Ferdy Sambo bernama Kuwat Ma'ruf.

Saat itu, Kuwat hanya mengusir Bharada E untuk tidak melanjutkan perjalanan ke lantai dua.

Saat itu Bharada E yang menilai diri tidak ingin ikut campur, lantas turun kembali ke lantai bawah dan bertemu Brigadir J.

“Ada yang namanya Kuat (KM). Kemudian dia ngomong udah Richard (Bharada E) jangan ikut campur. Tapi Yoshua (Brigadir J) ada di bawah, karena Richard ini gak mau ikut campur, makanya dia pergi ke bawah,” kata Deolipa Yumara.

Deolipa Yumara lantas menanyakan ada peristiwa apa di lantai dua hingga Bharada E diusir dan tidak boleh mengetahui masalah sebenarnya.

Saat itu kata Deolipa Yumara, Bharada E mengatakan tidak tahu mengapa alasan KM marah-marah dan mengusirnya.

Setelah itu, Bharada E mengatakan ke bawah dan bertemu dengan Brigadir J untuk selanjutnya mengobrol singkat.

“Di bawah saya ketemu Yoshua (Brigadir J). Tapi, gak tau masalahnya apa. Tapi Kuwat (KM) marah-marah,” ucap Deolipa Yumara menceritakan keterangan Bharada E.

Namun, Bharada E menduga, yang diketahuinya adalah istri Ferdy Sambo menangis di rumah.

Sementara posisi di rumah Magelang saat itu hanya ada empat orang. Ada Susi, Kuwat, Brigadir J atau Yosua dan Putri Candrawathi.

Setelah itu, pada Jumat (8/7/2022) pagi, rombongan Putri Candrawathi pulang.

Perjalanan dari Magelang ke Jakarta menggunakan dua mobil. Ada yang janggal dalam perjalanan tersebut.

Biasanya Brigadir J menjadi sopir Putri Candrawathi, kali ini pisah mobil. Bharada E sendiri tidak mengetahui alasan mengapa Brigadir J tidak mengemudikan mobil istri Ferdy Sambo.

Saat itu diceritakan Deolipa Yumara, Putri Candrawathi berada satu mobil bersama Susi dan Bharada E yang disopiri Kuat Maruf. Sedangkan mobil lainnya dinaiki Brigadir J bersama Bripka Ricky Rizal.

Load More