/
Jum'at, 02 September 2022 | 17:57 WIB
Kolase foto dokumen Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Bigadir J, dan Bharada E. Diduga, adanya peristiwa di TKP Magelang yang diduga membuat Ferdy Sambo murka kepada Brigadir J. (instagram kadivpropam)

SuaraBandung.id - Baru-baru ini viral di media sosial mengatasnamakan Bharada E, yang mengungkap soal alasan mengapa tidak bisa menolak perintah Ferdy Sambo untuk menghabisi Brigadir J.

Seperti yang pernah disampaikan mantan kuasa hukum Bharada E, Deolipa Yumara, akhirnya dapat buka suara mengenai kasus pembunuhan yang didalangi Ferdy Sambo.

Cara Bharada E mengungkap fakta yang dialaminya disampaikan melalui sebuah tulisan. 

Belum lama ini, jagat media sosial dihebohkan dengan unggahan pesan-pesan dari Bharada E. 

Bharada E mengungkap sejumlah poin yang cukup mengejutkan publik. Akun yang mengatasnamakan Bharada E mengungkap Brigadir J terbunuh lantaran disebut mendengar sosok mafia di balik kebakaran Kejagung. 

"Dengan Mendengar hal ini (soal mafia), bos irjen Ferdy Sambo sangat marah sekali dan takut jika Brigadir J membocorkan hal ini ke awak media dan atasan Polri," tulis pesan dalam video yang diunggah oleh akun tiktok @richard_eliezer dikutip pada Jumat (2/8/2022). 

"Saya dan rekan-rekan saya disuruh bos Irjen Ferdi Sambo untuk menyiksa Brigadir J," lanjut si pembuat konten yang mengatasnamakan Bharada E.

Dalam konten tersebut juga disebutkan jika Brigadir J disiksa dan memohon untuk segera dibunuh lantaran penyiksaan yang luar biasa.

Dari sana, Ferdy Sambo tambah naik pitam dan melepaskan tembakan yang membuat Brigadir J meninggal di tempat. 

Baca Juga: Gus Baha: Jika Hewan Ini Masuk Rumah, Rezeki Seret dan Ibadah Tidak akan Diterima!

Pada pesan di video tersebut, yang mengaku Bharada E juga menyampaikan bahwa ia diminta Ferdy Sambo memindahkan keluarganya ke daerah Depok.

Alasan pemindahan keluarga disebut untuk terhindar dari awak media dan ancaman. 

Akan tetapi pembuat akun atas nama Bharada E khawatir menolak menuruti perintah Ferdy Sambo.

Dia takut, justru keluarganya dapat terancam oleh Ferdy Sambo. Dia kemudian memutuskan tidak mematuhi arahan atasannya.

Untuk melindungi keluarga, dalam cerita itu Bharada E memilih mengungsikan keluarganya ke pedalaman.

"Sehingga saya memindahkan keluarga jauh ke daerah pedalaman sana dan saya membuang seluruh kartu nomor keluarga saya sebelum pindah agar tidak dapat dilacak oleh pihak provider maupun IT Cyber Polri," katanya. 

Dikatakan dalam pesan itu, dia meminta penyidik segera meminta keterangan dari istri Ferdi Sambo, Putri Candrawathi terkait penganiayaan pada Brigadir J. 

Bukan itu saja, pembuat konten yang mengatasnamakan Bharada E juga merasa dirinya tidak aman meski ada di dalam tahanan.

Dia mengaku ketakutan mendapat gangguan dari orang-orang suruhan Ferdi Sambo Selama di tahanan. 

Si pembuat konten lantas meminta doa dan dukungan dari seluruh warga Indonesia.

"Saya sudah memiliki firasat bakal disiksa suruhan beliau karena sudah menaikkan kasus ini," ungkapnya. 

"Saya meminta doa dan pertolongan kepada warga Indonesia, jika saya tidak ada kabar lagi mohon untuk dinaikkan lagi dimana keberadaan saya dan gimana kabar saya," tuturnya 
       

Load More