SuaraBandung.id – Dalam salah satu kajian, Gus Baha pernah mengungkapkan mengenai Sholawat yang bisa mendatangkan dosa.
Setiap muslim dianjurkan untuk membaca Sholawat sebagai bentuk amalan kepada Rasulullah SAW.
Dan dengan membaca Sholawat juga akan mendapatkan pahala dari Allah SWT.
Bahkan dalam Al Qur’an terdapat ayat yang menerangkan bahwa Allah SWT dan malaikat pun bersholawat kepada Rasulullah SAW.
Namun, menurut Gus Baha Sholawat juga bisa mendatangkan dosa.
Lantas, Sholawat seperti apa yang mendatangkan dosa tersebut?
Dilansir SuaraBandung.id dari kanal YouTube Ruang Cerita Studio, Jumat (9/9/2022), berikut ulasannya.
Gus Baha menyampaikan bahwa Sholawat merupakan amalan yang baik, namun apabila keliru malah akan mendatangkan dosa.
“Memang Sholawat adalah amalan baik tapi kalau keliru bisa buahkan dosa,” ucap Gus Baha.
Lalu, Gus Baha pun menjelaskan bagaimana Sholawat yang benar dan Sholawat yang keliru.
Sholawat yang keliru itu berasal dari cara membaca yang salah dalam kalimatnya.
“Ada sebagian yang membaca Sholawat dengan menggunakan kalimat ‘Sholli Alaihi’ yang artinya bacalah (wahai kamu satu) Sholawat kepada Nabi,” ucap Gus Baha.
Sebab kalimat inilah, Sholawat malah mendatangkan dosa bagi pembacanya, yang dikarenakan perubahan dalam lafadz, hal itu akan mengubah makna suci dari kalimat Sholawat itu sendiri.
“Yang demikian ini jelas keliru. Jadi seolah-olah memerintah orang yang di depannya saja untuk membaca Sholawat sedangkan dia tidak." Ucap Gus Baha.
Gus Baha kemudian memberikan contoh Sholawat yang baik dan benar agar tidak keliru.
"Sholawat yang benar ini: Shallallahu 'Alaihi atau Sholla 'alaih.” Ucap Gus Baha.
Makna dari Sholawat diatas yakni adalah "Semoga Allah selalu memberikan Sholawat kepada Nabi-Nya."
Itulah Sholawat yang benar, maka perbaiki pembacaan lafadz nya agar tidak keliru dan mendatangkan dosa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
Pilihan
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
-
Survei SMRC Juli 2026: Elektabilitas Prabowo Anjlok Drastis, Disalip Dedi Mulyadi
-
Malaysia Dikit Lagi Resmi Berstatus Negara Maju, Pendapatan Warga Rp 250 Juta per Tahun
Terkini
-
Karhutla Hanguskan 40 Hektare Lahan di Palangka Raya
-
50 Persen Pengaduan di Jateng Isinya Sama: Perusahaan Nekat Tahan Ijazah Mantan Karyawan
-
BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan
-
Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI
-
Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional
-
Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total
-
Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi
-
Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?
-
Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak
-
Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus