SuaraBandung.id - Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan nasihat pada para ibu. Nasihat itu untuk para ibu ketika melepaskan anak ke pesantren.
Agar menjadi penyemangat, UAS menjelaskan bagaimana sikap yang harus dilakukan seorang ibu. Penjelasan tersebut viral di media sosial melalui sebuah video.
Ustaz Abdul Somad dahulu pernah menempuh pendidikan di Pesantren Darularafah Deli, Serdang, Sumatera Utara.
Kemudian, ia pernah tinggal di Mesir untuk menempuh pendidikan S3 nya. Ia mengaku ibunya menyembunyikan tangisannya saat ia pergi agar sang anak kuat di perantauan. Walau begitu, menurutnya ibu tetaplah seorang ibu yang menyayangi anaknya.
UAS menyebut ibunya baru menceritakan kerinduannya ketika UAS sudah pulang dari Mesir.
"Mau putus tangkai jantungku (karena) rindu. Gimana caranya mak biar supaya hilang rindu? Kucari anak-anak tetangga yang (parasnya) hitam macam kau, kubelikan baju baru, kukasih duit hari raya, kubawakan makanan. Terobati hatiku, tapi sesudah kau balik inilah baru kuceritakan," UAS menceritakan kisahnya.
UAS memberi nasihat kepada para ibu untuk tidak memperlihatkan tangisan saat melepas anaknya pergi menuntut ilmu. Menurutnya, tangisan itu harus diganti dengan kata-kata penyemangat.
Sebelumnya, viral sebuah video UAS yang memberi nasihat agar ibu tak melepas sang anak dengan air mata, seperti dikutip dari video yang diunggah akun TikTok @qhyy20.
UAS pun menyampaikan kepada para ibu agar menguatkan semangat sang anak dengan memberikan berbagai motivasi.
"Kalau ibu menjenguk anak ini ke pesantren, janganlah jenguk dia dengan (memperlihatkan) uraian air mata. Kuatkan semangatnya, kau belajar di sini ya nak, nanti tamat SMP kau (lanjut) masuk aliyah, tamat aliyah kau bisa (lanjut) ke Mesir, kau bisa ke Jepang, kau bisa jadi polisi, kau bisa jadi dokter spesialis," terang UAS dalam video yang viral itu.
UAS mengungkapkan gambaran seorang ibu yang biasanya menangis saat hendak melepas anaknya di pesantren.
"Jangan menangis, ini ibu baru sampai gerbang (nangis), security yang bingung, nama anaknya buk? (nangis). Ibu (orang tua) jangan meneteskan air mata biar (anak) kuat semangat dia," UAS menyampaikan.
UAS menyampaikan bahwa ibunya tak pernah memperlihatkan tangisan saat mengantarnya dan berpisah. Itu terjadi pula saat ia mulai belajar di luar negeri dan berpisah dengan sang ibu.
Bahkan lucunya, sikap ibu tersebut membuat UAS sempat berpikir kalau dirinya bukan anak kandung.
"Begitu mak (ibu) saya dulu tak pernah dia tangisi saya. Mak aku mau pergi, silahkan. 70 tahun (umur) dia, 2017 saya mendaftar S3 ke Sudan, saya tinggal di rumah (hanya) dengan dia berdua," ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta