SuaraBandung.id - Seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya tentang mimpi, ia mengaku pernah mimpi bertemu dengan Buya Yahya.
Selain itu, ia juga mengaku sering diberikan pesan agar rajin beribadah dalam mimpi itu. Ia bertanya kepada Buya Yahya tentang bagaimana menyikapi ataupun mengartikan mimpi tersebut.
Buya Yahya kemudian menjawab pertanyaan itu, ia mengatakan bahwa mimpi hanyalah sebatas mimpi.
"Mimpi adalah mimpi, kalau mimpi baik, kabar gembira, mimpi jelek tidak berbahaya untuk makanya ndak usah ditafsiri macam-macam, mimpi gigi copot bangun alhamdulillah kirain copot beneran, gitu aja nggak usah pusing," Buya Yahya menjelaskan.
Buya Yahya juga mengungkapkan bahwa mimpi mendapatkan pesan kebaikan itu tidak apa-apa, asalkan tidak bertentangan dengan ajaran nabi.
"nah kemudian kalau mimpi ada orang ngasih pesan kebaikan ya alhamdulillah itu pesan kebaikan, selagi pesan kebaikan tidak bertentangan dengan ajaran nabi, maka ya sudah, didenger dong itu baik," Kata Buya Yahya.
Buya Yahya pun mengingatkan agar lebih patuh kepada nasihat yang nyata dari seseorang yang ditemui secara langsung daripada pesan yang diperoleh dari mimpi.
"Cuman kadang-kadang orang itu herannya lebih patuh dengan mimpi daripada secara langsung, ada suatu ketika berkata buya, saya mimpi bertemu buya, buya menasehati saya harus gini, gini, gini, langsung saya amalkan, saya jawab, ya mestinya yang lebih kamu amalkan tuh omongan saya secara langsung," Buya Yahya mengatakan.
Buya Yahya juga menyampaikan bahwa syariat nabi harus diamalkan, bahkan sebelum memperoleh mimpi terlebih dahulu.
Baca Juga: Persib vs Persija: Menanti Taktik 3 Bek ala Luis Milla, Apa yang Diharapkan?
Kemudian Buya Yahya juga menegaskan bahwa impi itu adalah bunga tidur, tetapi ada mimpi yang merupakan kabar gembira yang Allah berikan ketika kita rindu kepada nabi ataupun kepada seseorang.
"cuman mimpi itu adalah kabar gembira yang Allah berikan sehingga kita rindu baginda nabi, Allah kirim kita Rasulullah itu kabar gembira, kita kangen sama anak, tiba-tiba anak kita mengingatkan kita, cuman kepatuhan kita kepada syariat dzahir, bukan dengan mimpi-mimpi, syariat dzahir yang selama ini kita terima dari para guru," Buya Yahya mengatakan.
Buya Yahya menjelaskan tentang makna mimpi itu dalam satu program dakwahnya, dilansir dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 22 Mei 2022.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Membludak! Audisi Miss Indonesia 20th Catat Peningkatan Peserta di Sejumlah Kota
-
Malut United dan Adhyaksa FC Diisukan Ganti Nama, I.League Ingatkan Ancaman Pengurangan Poin
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Hasil Piala Dunia 2026, Jepang Kesetanan Bantai Tunisia 4-0
-
3 Cara Ampuh Atasi Kantuk Setelah Makan Siang, Biar Tetap Fokus
-
Makna Lagu Oasis 'Wonderwall' dalam Perayaan Kemenangan Timnas Inggris