Diceritakan dalam kisah itu bahwa sang kiai diminta untuk datang ke rumah pemuda tersebut, namun setelah sampai di rumah sang pemuda justru kiai tadi diminta untuk pulang. Pemuda itu mengulangi hal tersebut sampai tiga kali.
Kemudian disebutkan bahwa sang pemuda lalu bertanya kepada kiai "mengapa pak kiai ndak tersinggung?" tanya pemuda itu.
Kiai pun menjawab "anak muda, saya seneng sekali menuruti perintah Allah disuruh menghormati tetangga, sehingga ketika anda manggil ya saya datang, ketika anda nyuruh pulang ya saya pulang," jawab kiai.
Kiai merasa bahwa yang ia lakukan hanyalah karena perintah Allah, sang pemuda tersebut kemudian menangis dan meminta maaf kepada kiai tadi.
Gus Baha lalu menjelaskan kisah tersebut. Bahwa seorang kiai, dosen, doktor, atau bahkan profesor, apabila bisa didikte oleh orang bodoh maka hal itu menunjukkan bahwa kiai atau dosen itu tidak pintar sama sekali.
"kalau kita kan enggak, kita ini dosen, kiai, mungkin kita doktor, mungkin kita profesor, tapi kita ini sering didikte oleh orang bodoh, kamu jengkel dijengkelke orang bodoh itu namanya terdikte, itu bodoh atau pinter, lha itu ndak pinter sama sekali, kalau betul kamu pinter hanya bisa didikte oleh Allah SWT," pungkas Gus Baha.
Gus Baha menjelaskan tentang kisah-kisah tersebut dalam satu ceramah yang ia sampaikan, dilansir dari video dalam kanal YouTube Kakang Prabu, yang diunggah pada 4 Agustus 2020.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Intip Jarak Tempuh dan Harga Honda Super-N, Fitur Booster Jadi Andalan si 'Brio Listrik'
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
-
Pemadaman Listrik Tanpa Pemberitahuan: Masalah Tata Kelola Pelayanan Publik
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound
-
Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?
-
Prakiraan Cuaca di Kota-kota Besar Hari Ini: Bandung dan Bandar Lampung Hujan Lebat
-
SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit
-
Pertama Kalinya, SUNRISE dan SHAFT Umumkan Kolaborasi Produksi Anime Baru
-
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat
-
Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket