/
Jum'at, 23 September 2022 | 22:10 WIB
kajian Gus Baha (TikTok)

Diceritakan dalam kisah itu bahwa sang kiai diminta untuk datang ke rumah pemuda tersebut, namun setelah sampai di rumah sang pemuda justru kiai tadi diminta untuk pulang. Pemuda itu mengulangi hal tersebut sampai tiga kali.

Kemudian disebutkan bahwa sang pemuda lalu bertanya kepada kiai "mengapa pak kiai ndak tersinggung?" tanya pemuda itu.

Kiai pun menjawab "anak muda, saya seneng sekali menuruti perintah Allah disuruh menghormati tetangga, sehingga ketika anda manggil ya saya datang, ketika anda nyuruh pulang ya saya pulang," jawab kiai.

Kiai merasa bahwa yang ia lakukan hanyalah karena perintah Allah, sang pemuda tersebut kemudian menangis dan meminta maaf kepada kiai tadi.

Gus Baha lalu menjelaskan kisah tersebut. Bahwa seorang kiai, dosen, doktor, atau bahkan profesor, apabila bisa didikte oleh orang bodoh maka hal itu menunjukkan bahwa kiai atau dosen itu tidak pintar sama sekali.

"kalau kita kan enggak, kita ini dosen, kiai, mungkin kita doktor, mungkin kita profesor, tapi kita ini sering didikte oleh orang bodoh, kamu jengkel dijengkelke orang bodoh itu namanya terdikte, itu bodoh atau pinter, lha itu ndak pinter sama sekali, kalau betul kamu pinter hanya bisa didikte oleh Allah SWT," pungkas Gus Baha.

Gus Baha menjelaskan tentang kisah-kisah tersebut dalam satu ceramah yang ia sampaikan, dilansir dari video dalam kanal YouTube Kakang Prabu, yang diunggah pada 4 Agustus 2020.

Load More