/
Rabu, 28 September 2022 | 15:40 WIB
Buya Yahya. [YouTube] (YouTube)

SuaraBandung.id - Buya Yahya pernah mengungkapkan dalam satu ceramahnya bahwa  nabi Muhammad adalah nabi yang mulia dan Allah menghendaki nabi Muhammad untuk berdialog dengan Allah di langit ke tujuh.

Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 2 Maret 2022.

Buya Yahya mengatakan bahwa nabi Muhammad adalah nabi yang paling mulia, sehingga Allah tidak mengajak nabi Muhammad untuk berdialog di bumi.

"nabi muhammad nabi paling mulia. Allah bisa saja mengajak bicara nabi Muhammad di gunung Uhud, bisa diajak bicara oleh Allah di kota Mekah, tapi kalau nabi Muhammad diajak bicara oleh Allah di bumi sama dengan nabi Musa," ungkap Buya Yahya.

Kemudian Buya Yahya mengungkapkan bahwa nabi Muhammad memiliki kelebihan sehingga Allah tidak menghendakinya untuk berdialog di bumi.

"mana kelebihannya, karena ini makhluk mulia maka Allah undang ke tempat istimewa di atas langit ke tujuh, maka di sanalah Allah berbicara dengan nabi Muhammad. Karena Allah tidak menghendaki mengajak bicara nabi Muhammad ketika ada di bumi," ujar Buya Yahya.

Lalu Buya Yahya mengungkapkan bahwa Allah telah menyiapkan terlebih dahulu tempat untuk nabi Muhammad untuk berdialog dengan Allah.

"nabi Muhammad dihantar oleh Allah ke tempat tertinggi, lalu nabi Muhammad diajak bicara (oleh) Allah, di situlah nabi Muhammad berbicara dengan Allah. Tempat itu adalah, ini catat. Tempat yang telah Allah siapkan untuk nabi Muhammad," Buya Yahya mengungkapkan.

Buya Yahya menerangkan bahwa Allah tidak memerlukan tempat untuk berkomunikasi dengan hambanya. Tempat yang telah dipersiapkan Allah itu adalah tempat yang istimewa untuk Nabi Muhammad.

Baca Juga: Kabar Marc KLok Absen di Laga Kedua FIFA Matchday Membuat Resah Bobotoh

"tempat kemuliaan nabi Muhammad. Bukan tempatnya Allah, Allah tidak memerlukan tempat. Sebagaimana bukit Tursina tempat nabi Musa saat dialog dengan Allah, maka tempat ini juga tempat nabi Muhammad saat dialog dengan Allah," ungkap Buya Yahya.

"jangan katakan Allah ada di sana, Allah tidak memerlukan tempat. Ini harus dipahamkan masalah keyakinan, keimanan. Llalu ngapain nabi Muhammad naik turun, kenapa kalau bukan karena Allah di atas (di bukit)," tambah Buya Yahya.

Buya Yahya menyampaikan bahwa tempat yang disiapkan oleh Allah untuk nabi Muhammad adalah tempat kemuliaan.

"Nabi Muhammad naik ke atas bukan karena Allah ada di atas situ, tidak. Di saat kita ingin melakukan umrah ke mekah, bukan karena Allah di dalam kakbah. Di saat kita ingin iktikaf di Masjid, bukan karena Allah di masjid. Kenapa? Masjid tempat kemuliaan. Kakbah di sana tempat kemuliaan. Tempat nabi berdialog dengan Allah, itu tempat kemuliaan," pungkas Buya Yahya.

Load More