SuaraBandung.id - Buya Yahya pernah mengungkapkan dalam satu ceramahnya bahwa nabi Muhammad adalah nabi yang mulia dan Allah menghendaki nabi Muhammad untuk berdialog dengan Allah di langit ke tujuh.
Dilansir SuaraBandung.id dari video dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada 2 Maret 2022.
Buya Yahya mengatakan bahwa nabi Muhammad adalah nabi yang paling mulia, sehingga Allah tidak mengajak nabi Muhammad untuk berdialog di bumi.
"nabi muhammad nabi paling mulia. Allah bisa saja mengajak bicara nabi Muhammad di gunung Uhud, bisa diajak bicara oleh Allah di kota Mekah, tapi kalau nabi Muhammad diajak bicara oleh Allah di bumi sama dengan nabi Musa," ungkap Buya Yahya.
Kemudian Buya Yahya mengungkapkan bahwa nabi Muhammad memiliki kelebihan sehingga Allah tidak menghendakinya untuk berdialog di bumi.
"mana kelebihannya, karena ini makhluk mulia maka Allah undang ke tempat istimewa di atas langit ke tujuh, maka di sanalah Allah berbicara dengan nabi Muhammad. Karena Allah tidak menghendaki mengajak bicara nabi Muhammad ketika ada di bumi," ujar Buya Yahya.
Lalu Buya Yahya mengungkapkan bahwa Allah telah menyiapkan terlebih dahulu tempat untuk nabi Muhammad untuk berdialog dengan Allah.
"nabi Muhammad dihantar oleh Allah ke tempat tertinggi, lalu nabi Muhammad diajak bicara (oleh) Allah, di situlah nabi Muhammad berbicara dengan Allah. Tempat itu adalah, ini catat. Tempat yang telah Allah siapkan untuk nabi Muhammad," Buya Yahya mengungkapkan.
Buya Yahya menerangkan bahwa Allah tidak memerlukan tempat untuk berkomunikasi dengan hambanya. Tempat yang telah dipersiapkan Allah itu adalah tempat yang istimewa untuk Nabi Muhammad.
Baca Juga: Kabar Marc KLok Absen di Laga Kedua FIFA Matchday Membuat Resah Bobotoh
"tempat kemuliaan nabi Muhammad. Bukan tempatnya Allah, Allah tidak memerlukan tempat. Sebagaimana bukit Tursina tempat nabi Musa saat dialog dengan Allah, maka tempat ini juga tempat nabi Muhammad saat dialog dengan Allah," ungkap Buya Yahya.
"jangan katakan Allah ada di sana, Allah tidak memerlukan tempat. Ini harus dipahamkan masalah keyakinan, keimanan. Llalu ngapain nabi Muhammad naik turun, kenapa kalau bukan karena Allah di atas (di bukit)," tambah Buya Yahya.
Buya Yahya menyampaikan bahwa tempat yang disiapkan oleh Allah untuk nabi Muhammad adalah tempat kemuliaan.
"Nabi Muhammad naik ke atas bukan karena Allah ada di atas situ, tidak. Di saat kita ingin melakukan umrah ke mekah, bukan karena Allah di dalam kakbah. Di saat kita ingin iktikaf di Masjid, bukan karena Allah di masjid. Kenapa? Masjid tempat kemuliaan. Kakbah di sana tempat kemuliaan. Tempat nabi berdialog dengan Allah, itu tempat kemuliaan," pungkas Buya Yahya.
Tag
Berita Terkait
-
Pahala yang Diperoleh dengan Membantu Saudara, Buya Yahya: Sedekah dan Silaturahim
-
Tidak Perlu Menceritakan Mimpi kepada Semua Orang, Buya Yahya: Tafsiri yang Baik
-
Dengarkan Kebaikan yang Disampaikan oleh Orang Lain, Buya Yahya: Caranya Nggak Enak
-
Bagaimana Tahapan Hawa Nafsu sehingga Menjadi Nafsu yang Tertunduk? Ini Kata Buya Yahya
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Murah Baterai 7000 mAh, Tahan hingga 2 Hari dengan Performa Kencang
- Rumah Lansia 82 Tahun Dieksekusi PN Jakbar Meski Masih Sengketa
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
Pilihan
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
Terkini
-
5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau
-
Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026
-
Kredit Macet Hantui Industri Pinjol
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru
-
Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung
-
Saat Jas Putih Diuji: Selelah-lelahnya Tenaga Kesehatan, Tetap Lebih Melelahkan Jadi Pasien
-
Rp17 Triliun Aliran Modal Asing Masuk ke Pinjol RI
-
Buntut Kasus Komentar Nirempati Pasien BPJS, RS Sardjito Hentikan Praktik dr. Elda Putri Rahard
-
Curi Perhatian Owi/Butet, 16 Atlet Raih Super Tiket Audisi Umum PB Djarum 2026 di Makassar