Kemudian laporan terbaru, jumlah suporter meninggal mencapai 187 orang, di antaranya polisi.
Kejadian mengerikan itu menjadi satu di antara bencana olahraga paling mematikan di dunia.
Dalam insiden penembakan gas air mata, polisi berdalih terpaksa melakukannya untuk memaksa penggemar kembali ke tribun penonton.
Kemudian, polisi semakin menjadi dengan menembakkan gas air mata setelah dua petugas tak berdaya.
Banyak dari korban meninggal diinjak-injak atau dicekik sampai mati, menurut keterangan polisi.
Kemudian para penyintas menggambarkan suasana mengerikan di tribun penonton yang panik di tengah kerumunan penuh sesak ketika gas air mata menghujani mereka.
Apa yang dilakukan polisi memilih menembakkan gas air mata, membuat orang-orang bergegas keluar.
Mereka saling mendorong dan menimbulkan banyak korban jiwa lantaran berusaha menghindar dari dampak asap.
Penonton bernama Doni, 43 tahun mengatakan, tidak melihat tanda-tanda kerusuhan saat pertandingan Arema vs Persebaya berakhir.
Baca Juga: Doa Bersama dari GBLA! Ribuan Aparat Kemanan Bentuk Koreografi 'Arema' Ditengah Lapangan
"Tidak terjadi apa-apa, tidak ada kerusuhan. Saya tidak tahu apa masalahnya," kata dia.
"Mereka tiba-tiba menembakkan gas air mata. Itu yang mengejutkan saya, tidakkah mereka memikirkan anak-anak, wanita?" kata dia.
Melihat dampak yang sangat besar dengan ratusan korban jiwa, Presiden Joko Widodo langsung memerintahkan penyelidikan atas tragedi itu.
Presiden minta peninjauan keamanan terhadap semua pertandingan sepak bola.
Bukan itu saja, Jokowi memerintahkan PSSI menangguhkan semua pertandingan sampai permasalah tuntas.
“Saya sangat menyayangkan tragedi ini dan saya berharap tragedi sepak bola ini menjadi yang terakhir di negara kita,” kata Jokowi.***
Sumber: NDTV
Berita Terkait
-
Doa Bersama dari GBLA! Ribuan Aparat Kemanan Bentuk Koreografi 'Arema' Ditengah Lapangan
-
Atta Halilintar: Tidak ada Sepakbola Lebih Berharga dari Nyawa, Doa untuk Malang Turut Berduka Cita
-
Miris! 17 Anak Meninggal Imbas Tragedi Kericuhan Kanjuruhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya
-
Media Internasional Soroti Tragedi Kerusuhan Kanjuruhan Usai Laga Arema FC vs Persebaya
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Etik Suryani Jalani Pemeriksaan Maraton, Tinggalkan Polresta Surakarta Jelang Pagi
-
OTT KPK di Sukoharjo, Bupati Etik Suryani Diduga Peras Perangkat Daerah
-
Usai Diperiksa Semalaman, Bupati Sukoharjo Dibawa KPK ke Jakarta
-
Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen, Apa Penyebabnya?
-
Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK
-
Bukan Hanya SPPG Polri, Kejati Jateng Monitoring Seluruh Pengelola MBG
-
Ulasan Foufo: Kisah Persahabatan Alien Luar Angkasa dan Pengepul Rongsok
-
Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi