SuaraBandung.id - Bagi pasangan suami istri, kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bahagia adalah satu tujuan yang sudah pasti ingin dicapai.
Kebahagiaan dalam rumah tangga itu dapat diperoleh jika rumah tangga dijalani dengan benar.
Buya Yahya dalam satu ceramahnya pernah mengungkapkan satu rumus untuk diterapkan dalam rumah tangga.
Buya Yahya mengatakan bahwa dalam berumah tangga itu sudah seharusnya suami ataupun istri saling memahami pasangannya.
Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada tanggal 20 Desember 2021, berikut ulasannya.
Buya Yahya mengatakan bahwa menjalani kehidupan rumah tangga hendaknya bukan dengan saling memeras, melainkan dengan saling memberi.
"Hidup dalam berumah tangga tuh apa sih anda pahami, bukan kita saling memeras, bukan, justru kita harus punya prinsip dalam hidup rumah tangga itu bagaimana kita bisa memberikan kebaikan kepada pasangan kita," ungkap Buya Yahya.
Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa rumus dalam rumah tangga adalah menyenangkan pasangan dan saling tolong-menolong.
"Rumus kita adalah bagaimana pasangan itu senang. Kita menolong, kita berpikir bagaimana kebaikan pasangan kita. Bukan kita meres begitu, aneh sekali, sedih hidupnya begitu," kata Buya Yahya.
Baca Juga: Jeda Kompetisi Liga 1, Teja Paku Alam: Waktu untuk Berbenah!
Buya Yahya lalu mengatakan bahwa seorang istri pun terkadang secara tidak langsung dapat memperbudak suaminya dengan permintaan yang bermacam-macam.
"Kadang istri juga begitu, memperbudak suaminya. Hanya dikit-dikit minta ini, minta itu, dengan bahasanya, dengan bahasa kasih, sambil meluk, sambil mencium. Tau-taunya besok motornya ganti, mobilnya ganti, suaminya jadi budak," ucap Buya Yahya.
Buya Yahya menjelaskan bahwa perbuatan istri yang memeras suaminya itu seharusnya tidak terjadi dalam kehidupan rumah tangga.
"Bukan begitu wahai saudariku dan saudaraku. Hidup itu saling tolong menolong, hidup itu saling memberi. Memang ada saat memberi, ada saat menerima, tapi saat kita menerima, bagaimana kita meningkatkan syukur kita," jelas Buya Yahya.
Buya Yahya juga mengingatkan agar kita tawadhu dan tidak sombong dalam menjalani kehidupan rumah tangga.
"Di saat memberi, bagaimana kita ketawadhu'an kita, alangkah indahnya hidup. Cuman kesombongan, kedunguan, itulah yang membuat rusak hidup rumah tangga itu," pungkas Buya Yahya.
Berita Terkait
-
Berbuat Baik kepada Allah, Termasuk Golongan Ahli Neraka, Buya Yahya: Tahajud Tidak Pernah Putus
-
Buya Yahya Ungkap Pesan Penting bagi Orang yang Ingin Menjadi Mualaf
-
Menjadi Ringan untuk Berubah, Hidayah Allah, Buya Yahya: Sebanyak Apapun Dosa
-
Buya Yahya Ungkap Kisah yang Indah antara Rasulullah dan Siti Aisyah
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
12 Ramalan Zodiak Hari Ini 6 Agustus 2026: Leo dan Libra Beruntung, Capricorn Waspada Konflik
-
Karhutla Memanas, Kabut Asap Selimuti Kota Palembang
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan