/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 15:31 WIB
Buya Yahya (YouTube Al-Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Bagi pasangan suami istri, kehidupan rumah tangga yang harmonis dan bahagia adalah satu tujuan yang sudah pasti ingin dicapai.

Kebahagiaan dalam rumah tangga itu dapat diperoleh jika rumah tangga dijalani dengan benar.

Buya Yahya dalam satu ceramahnya pernah mengungkapkan satu rumus untuk diterapkan dalam rumah tangga.

Buya Yahya mengatakan bahwa dalam berumah tangga itu sudah seharusnya suami ataupun istri saling memahami pasangannya.

Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Al-Bahjah TV yang diunggah pada tanggal 20 Desember 2021, berikut ulasannya.

Buya Yahya mengatakan bahwa menjalani kehidupan rumah tangga hendaknya bukan dengan saling memeras, melainkan dengan saling memberi.

"Hidup dalam berumah tangga tuh apa sih anda pahami, bukan kita saling memeras, bukan, justru kita harus punya prinsip dalam hidup rumah tangga itu bagaimana kita bisa memberikan kebaikan kepada pasangan kita," ungkap Buya Yahya.

Buya Yahya kemudian mengatakan bahwa rumus dalam rumah tangga adalah menyenangkan pasangan dan saling tolong-menolong.

"Rumus kita adalah bagaimana pasangan itu senang. Kita menolong, kita berpikir bagaimana kebaikan pasangan kita. Bukan kita meres begitu, aneh sekali, sedih hidupnya begitu," kata Buya Yahya.

Baca Juga: Jeda Kompetisi Liga 1, Teja Paku Alam: Waktu untuk Berbenah!

Buya Yahya lalu mengatakan bahwa seorang istri pun terkadang secara tidak langsung dapat memperbudak suaminya dengan permintaan yang bermacam-macam.

"Kadang istri juga  begitu, memperbudak suaminya. Hanya dikit-dikit minta ini, minta itu, dengan bahasanya, dengan bahasa kasih, sambil meluk, sambil mencium. Tau-taunya besok motornya ganti, mobilnya ganti, suaminya jadi budak," ucap Buya Yahya.

Buya Yahya menjelaskan bahwa perbuatan istri yang memeras suaminya itu seharusnya tidak terjadi dalam kehidupan rumah tangga.

"Bukan begitu wahai saudariku dan saudaraku. Hidup itu saling tolong menolong, hidup itu saling memberi. Memang ada saat memberi, ada saat menerima, tapi saat kita menerima, bagaimana kita meningkatkan syukur kita," jelas Buya Yahya.

Buya Yahya juga mengingatkan agar kita tawadhu dan tidak sombong dalam menjalani kehidupan rumah tangga.

"Di saat memberi, bagaimana kita ketawadhu'an kita, alangkah indahnya hidup. Cuman kesombongan, kedunguan, itulah yang membuat rusak hidup rumah tangga itu," pungkas Buya Yahya.

Load More