News / Metropolitan
Senin, 04 Mei 2026 | 10:16 WIB
Tim SAR mengevakuasi Aneta Awuy (79), perempuan, warga Lingkungan 8 Kelurahan Lahendong, Kecamatan Tomohon Selatan di perkebunan Rambunan, Kabupaten Minahasa, setelah hilang di perkebunan Zanuriri, Kelurahan Lahendong, Kota Tomohon. ANTARA/HO-Basarnas Sulut
Baca 10 detik
  • Nenek Aneta Awuy berusia 79 tahun ditemukan selamat oleh tim SAR gabungan di perkebunan Rambunan, Kabupaten Minahasa, Senin (4/5/2026).
  • Korban sempat dilaporkan hilang selama lima hari sejak Rabu (29/4) setelah tidak kembali ke rumahnya di Kelurahan Lahendong.
  • Tim SAR mengevakuasi korban ke RS Siloam Sonder guna mendapatkan perawatan medis intensif setelah ditemukan dalam kondisi selamat.

Suara.com - Keajaiban menyelimuti tanah Minahasa. Aneta Awuy, seorang nenek berusia 79 tahun yang sempat dinyatakan hilang selama lima hari di tengah rimbunnya hutan dan perkebunan, akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat.

Warga Lingkungan 8 Kelurahan Lahendong, Tomohon Selatan ini ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Senin (4/5/2026) pagi di area perkebunan Rambunan, Kabupaten Minahasa.

Penemuan ini mengakhiri kecemasan keluarga yang telah menanti kabar sejak sang nenek tak kunjung pulang pada Rabu (29/4) pekan lalu.

"Korban ditemukan dalam keadaan selamat pada hari kelima pelaksanaan operasi SAR. Korban segera dievakuasi ke RS Siloam Sonder untuk mendapatkan penanganan medis," ungkap Humas Basarnas Sulut, Nuriadin Gumeleng, di Manado, Senin (4/5/2026).

Detik-Detik Penemuan

Operasi pencarian hari kelima dimulai sejak pukul 06.50 WITA dengan menyisir area-area yang dicurigai.

Tak butuh waktu lama, sekitar pukul 07.30 WITA, petugas mendapati Aneta berada di tengah perkebunan Rambunan, berjarak sekitar tiga kilometer dari kediamannya.

Mengingat usianya yang telah senja dan durasi ia bertahan hidup tanpa perlengkapan memadai, petugas bergerak cepat melakukan evakuasi.

Hanya dalam waktu 20 menit, Aneta telah tiba di RS Siloam Sonder untuk mendapatkan perawatan intensif.

Operasi ini melibatkan Basarnas Sulut, PMI Tomohon, RAPI Minahasa, masyarakat, hingga penggunaan unit drone UAV thermal untuk mendeteksi suhu tubuh manusia di balik lebatnya vegetasi.

"Kami apresiasi dan terima kasih kepada seluruh unsur SAR yang terlibat atas kerja sama dan dedikasi dalam operasi ini, sehingga korban dapat ditemukan dengan selamat," ujar Kepala Basarnas Sulawesi Utara, George Mercy Randang. (Antara)

Load More