SuaraBandung.id – Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengumumkan bahwa enam tersangka tragedi Kanjuruhan resmi ditahan mulai hari ini.
Keenam tersangka tersebut yakni Direktur Utama LIB Ahmad Hadian Lukita, Ketua Panitia Pelaksana Arema Malang Abdul Haris, dan Security Officer Steward Suko Sutrisno.
Tiga tersangka lainnya dari unsur kepolisian, yakni Kabag Ops Polres Malang Kompol Wahyu Setyo Pranoto, Kasat Samapta Polres Malang AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Komandan Kompi (Danki) Brimob Polda Jatim AKP Hasdarman.
Kombes Pol Dirmanto mengungkapkan bahwa pemeriksaan terhadap enam tersangka telah cukup, sehingga langkah selanjutnya yaitu penahanan.
“Telah dilakukan pemeriksaan terhadap enam tersangka Tragedi Kanjuruhan. Penyidik berkeimpulan bahwa pemeriksaan tambahan sudah cukup sehingga perlu dilakukan langkah selangjutnya, yakni penahanan,” ungkap Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, dikutip dari ANTARA, Senin (24/10/2022).
Selanjutnya, Kombes Pol Dirmanto menambahkan bahwa penahanan dilakukan untuk upaya penegakan hukum terkait tragedi Kanjuruhan.
“Penahanan ini merupakan komitmen Polri untuk terus melakukan upaya penegakan hukum terhadap kejadian ini,” tambahnya.
Tragedi Kanjuruhan menjadi duka mendalam bagi sepak bola Indonesia. Seperti diketahui, korban tewas akibat tragedi Kanjuruhan menjadi 135 jiwa.
Dilaporkan juga ada ratusan orang yang mengalami luka ringan dan luka berat atas tragedi kanjuruhan.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Sebut Keputusan Penentuan Capres PDIP Ada Ditangan Megawati
Setelah dilakukan penyidikan, Komnas HAM dan Mahfud MD sepakat bahwa penyebab utama kerusuhan yang menyebabkan jatuhnya korban di tragedi Kanjurahan yakni gas air mata. (*)
Sumber: ANTARA berjudul Enam tersangka Tragedi Kanjuruhan ditahan di Rutan Polda Jatim
Berita Terkait
-
Tak Lama Setelah Identias Pelaku Penusukan Anak di Cimahi Disebarkan, Polres Cimahi Posting Foto Penangkapan
-
Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 135, Aremamedia: Setelah Dirawat 22 Hari, Saudara Farzah Dwi Kurniawan Menghembuskan Nafas Terakhirnya
-
Kembali Bertambah, Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Menjadi 135 Jiwa
-
Buntut Insiden Kanjuruhan Malang, PSSI Bentuk Satgas Transformasi Sepak Bola Indonesia
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta