/
Jum'at, 11 November 2022 | 14:11 WIB
Gus Baha ungkap setiap ulama memiliki cara ataupun seni tersendiri dalam mengelola masalah sosial. (Akun instagram @gusbahaofficial)

SuaraBandung.id - Setiap ulama memiliki cara ataupun seni tersendiri dalam mengelola masalah sosial.

Bahkan, seorang ulama terkadang memberikan sudut pandang tertentu sebagai solusi atas permasalahan yang sedang dihadapi oleh seseorang.

Hal itu sebagaimana yang diungkapkan oleh Gus Baha dalam satu ceramahnya. Ia pun memberikan gambaran bagaimana seni mengelola masalah sosial tersebut.

Dilansir SuaraBandung.id dari video short dalam kanal YouTube Al Ghifari yang diunggah pada 10 November 2022, berikut ulasannya.

"Makanya saya berkali-kali bilang, kalau (ketika) ada pengantin baru (misalnya). Kalau saya memberi nasihat (yaitu) kamu, kalau istri kamu marah ya baguslah," ujar Gus Baha.

"Barokahnya marah itu nggak minta ke mall,  kalau harmonis malah minta ke mall, mahal, kata saya," lanjut Gus Baha.

Gus Baha lalu menjelaskan bagaimana satu permasalahan tidak perlu diambil pusing oleh seseorang, yaitu dengan cara melihat sudut pandang yang positif.

"Jadi kalau harmonis ya nikmatnya harmonis bisa jalan-jalan ke mall atau cari bakso, kalau baru marah (ngambek) ya bagus malah nggak berbiaya kan. Sudah, pokoknya yang gampang-gampang saja, kata saya," jelas Gus Baha.

Gus Baha kemudian mengatakan bahwa setiap ulama memiliki seni tersendiri dalam mengelola permasalahan sosial. Ia mengungkapkan hal itu sambil bergurau.

Baca Juga: Mengenal B20 yang Akan Dihadiri Anne Hathaway di Bali, Ini Perbedaannya dengan G20

"Jadi, ulama itu punya seni untuk ngelola sosial. Saya itu zaman belum kenal UGM ya senang, (sudah) kenal juga senang. Barokahnya nggak kenal ya nggak diganggu seperti ini," ungkap Gus Baha disambut tawa pendengarnya.

Load More