SuaraBandung.id – Tak pernah diimpakan Dede berpisah secepat itu dari anak tercintanya.
Gempa bumi Cianjur pada Senin (21/11/2022), benar-benar menjadi kiamat bagi Deden yang mendapati anaknya sudah terbujur kaku.
Selama pencarian sejak gempa terjadi, Dede merasa jika batinnya sudah tidak bisa dibohongi.
Saat itu Deden merasakan jika perpisahan dengan sang anak benar-benar akan terjadi.
Meski begitu dalam hati Dede berdoa berharap ada mukjizat untuk anaknya yang belum juga ditemukan.
Namun, waktu perpisahan itu tiba. Deden terpukul saat petugas mengangkat satu kantung jenazah berisi jasad seorang anak.
Betapa terpukulnya Dede melihat penemuan mayat seorang anak yang saat itu sedang dalam proses evakuasi tim gabungan di Cugenang, Cianjur pasca terjadi gempa dan longsor di wilayah itu Senin lalu.
Perasaan batin makin kuat jika di dalam kantung itu anaknya. Akan tetapi karena belum melihat langsung, Dede terus berdoa jangan sampai yang di dalam kantung jenazah itu adalah anaknya.
Namun, Deden memilih memberanikan diri. Dia menghampiri dan melihat langsung.
Baca Juga: Munas HIPMI di Solo Diwarnai Adu Jotos: Kayaknya Enggak Dapat Jatah Proyek
Dan ternyata benar saja, firasat seorang ayah yang sangat kuat itu terjadi.
"Anak saya. Itu anak saya. Bajunya merah," kata Deden menangis.
Tangis Deden semakin keras ketika seorang petugas evakuasi memberikan pelukan pada dirinya.
Deden mengaku tidak percaya semua bisa cepat terjadi. Petugas evakuasi langsung memberikan pelukan belasungkawa untuk menenangkannya.
Sambil melepas pelukan, Deden lantas meminta untuk ikut masuk ke dalam ambulan.
Secara perlahan Deden melangkahkan kaki yang sangat teramat berat untuk masuk dalam ambulans.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
DPRD DKI Bentuk Pansus, Target Jakarta Bebas Sampah 2030
-
Penetapan Tersangka Dipertanyakan, Kasus Muara Kate Diduga Ada 'Kambing Hitam'
-
Kisah Desi dan Aini: Saat Idealisme Guru Bertemu Tekad Baja Sang Murid
-
Sampah Setinggi 6 Meter di Pasar Induk Kramat Jati Berhasil Dibersihkan
-
Mahasiswa di Padang Ditemukan Tewas di Kos, Tubuh Sudah Hitam-Bengkak
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Legenda Persija Sutan Harhara Meninggal Dunia
-
22 Kode Redeem FC Mobile 11 April 2026, Buruan Klaim Sandy Walsh OVR 119 Gratis
-
Kerja Bagai Kuda tapi Hidup Tetap Sama? Menelusuri Retaknya Meritokrasi di Indonesia
-
UGM-Bank Mandiri Taspen Lanjutkan Kemitraan, Siapkan Talenta Muda dan Literasi Pensiun