/
Rabu, 23 November 2022 | 11:18 WIB
Proses evakuasi korban jiwa dalam musibah bencana alam gempa bumi Cianjur. (Istimewa)

SuaraBandung.id – Tak pernah diimpakan Dede berpisah secepat itu dari anak tercintanya.

Gempa bumi Cianjur pada Senin (21/11/2022), benar-benar menjadi kiamat bagi Deden yang mendapati anaknya sudah terbujur kaku.

Selama pencarian sejak gempa terjadi, Dede merasa jika batinnya sudah tidak bisa dibohongi.

Saat itu Deden merasakan jika perpisahan dengan sang anak benar-benar akan terjadi.

Meski begitu dalam hati Dede berdoa berharap ada mukjizat untuk anaknya yang belum juga ditemukan.

Namun, waktu perpisahan itu tiba. Deden terpukul saat petugas mengangkat satu kantung jenazah berisi jasad seorang anak.

Betapa terpukulnya Dede melihat penemuan mayat seorang anak yang saat itu sedang dalam proses evakuasi tim gabungan di Cugenang, Cianjur pasca terjadi gempa dan longsor di wilayah itu Senin lalu.

Perasaan batin makin kuat jika di dalam kantung itu anaknya. Akan tetapi karena belum melihat langsung, Dede terus berdoa jangan sampai yang di dalam kantung jenazah itu adalah anaknya.

Namun, Deden memilih memberanikan diri. Dia menghampiri dan melihat langsung.

Baca Juga: Munas HIPMI di Solo Diwarnai Adu Jotos: Kayaknya Enggak Dapat Jatah Proyek

Dan ternyata benar saja, firasat seorang ayah yang sangat kuat itu terjadi.

"Anak saya. Itu anak saya. Bajunya merah," kata Deden menangis.

Tangis Deden semakin keras ketika seorang petugas evakuasi memberikan pelukan pada dirinya.

Deden mengaku tidak percaya semua bisa cepat terjadi. Petugas evakuasi langsung memberikan pelukan belasungkawa untuk menenangkannya.

Sambil melepas pelukan, Deden lantas meminta untuk ikut masuk ke dalam ambulan.

Secara perlahan Deden melangkahkan kaki yang sangat teramat berat untuk masuk dalam ambulans.

Load More