Edukasi seks harus disampaikan secara bertahap, dan harus disesuaikan dengan usia anak.
Orang tua harus memberikan informasi yang jujur, akurat, terbuka, dan tidak menjawab pertanyaan anak dengan asal-asalan atau memberikan informasi yang tidak jujur.
Penting untuk membiasakan anak untuk bersikap jujur dan terbuka dengan orang tua.
3. Menyampaikan dengan Cara yang Benar
Orang tua harus bersikap wajar, rileks, tidak berlebihan, dan menjaga intonasi suara ketika menjelaskan edukasi seksual pada anak.
Mereka juga harus menghindari menghilangkan rasa risi dan takut ketika menjelaskan topik ini pada anak.
Orang tua juga harus melepaskan persepsi seksual yang dewasa dan mesum ketika memberikan informasi kepada anak agar anak tidak menerima pesan dengan keliru.
Sebaiknya informasi disampaikan dengan cara yang sederhana terlebih dahulu, misalnya dengan menggunakan cerita bergambar.
Intinya, orang tua harus memberikan edukasi seks secara sederhana dan mudah dipahami
4. Ajarkan Tentang Batasan Tubuh dan Privasi
Selain itu, orang tua juga harus memberikan edukasi tentang beberapa hal, seperti tubuh anak hanya miliknya sendiri, sentuhan yang baik dan buruk, bagian tubuh yang tidak boleh disentuh orang lain, rahasia yang baik dan buruk, cara melaporkan atau mengungkapkan pelaku, serta bagaimana memberikan pertolongan.
Orang tua juga harus menanamkan peraturan-peraturan yang berlaku menurut agama dan nilai-nilai moral budaya, serta menjelaskan sebab akibat jika terjadi hal yang tidak diinginkan. Penting untuk memahamkan anak tentang pencegahan kekerasan dan penyimpangan seksual pada anak.
Edukasi seks pada anak usia dini sangat penting untuk membantu anak-anak memahami tentang tubuh dan kesehatan reproduksi.
Edukasi seks pada anak usia dini juga dapat membantu mencegah kekerasan seksual dan pelecehan seksual pada anak-anak.
Orang tua atau pengasuh anak dapat memberikan edukasi seks pada anak usia dini dengan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh anak-anak, memberikan penjelasan secara jujur dan objektif, serta menggunakan bahan-bahan edukatif, seperti buku cerita atau film animasi. (*)
Berita Terkait
-
Ngaku Bangkrut, Ressa Herlambang Dituding Penipu Hingga Lakukan Pelecehan Seksual
-
Menilik Keterkaitan Ekshibisionisme dengan Pelecehan Seksual
-
Kronologi Dinar Candy Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Syuting
-
Ciri-ciri Artis yang Gesekkan Kemaluannya ke Bokong Dinar Candy saat Acara TV
-
Ferdy Sambo Divonis Mati! Turut Tembak Brigadir J Hingga Motif Pelecehan Seksual Terbantahkan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Terdampak kemarau, Ratusan Titik di Banten Kekurangan Air Bersih
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA