SuaraBandung.id - Lirik lagu Asmalibrasi milik Soegi Bornean banyak tuai kritik, netizen bandingkan dengan Rumpang-nya Nadin Amizah.
Lagu yang sedang populer dan sering diputar di berbagai tempat seperti coffeshop, resto hingga berbagai platform musik tersebut, sedang jadi bulan-bulanan netizen.
Banyak yang mengatakan bahwa lirik lagu Asmalibrasi adalah Vicky Prasetyo yang dibalut dengan nada dan irama.
Hal ini dikarenakan, netizen menilai terlalu banyak penggunaan diksi-diksi dalam Asmalibrasi yang tak wajar di telinga pada umumnya.
Seperti penggantian beberapa diksi yang dipilih dari istilah-istilah Bahasa Sanskerta untuk menggantikan kata atau istilah dalam Bahasa Indonesia.
Akan tetapi tak membuat rajutan liriknya menjadi satu kesatuan dan berakhir sia-sia, hanya menyisakan kesan 'puitis' saja.
Sebagai contoh, seorang netizen memberikan penjelasan dengan membandingkan sepenggal paragraf lirik Asmalibrasi dengan lirik Rumpang.
Perbandingan itu dimulai ketika @akmnazufa menanyakan kepada warganet terkait cara menentukan sebuah lirik yang putis dari sisi sastra.
Selanjutnya, @riyansyafii_ menjelaskan menurut pandangannya. Ia mengatakan bahwa butuh keutuhan makna dari hasil rajutan perkata yang disusun tanpa harus memaksakan pemilihan kata.
Baca Juga: Nikah Lagi, Umi Yuni Ibu Alvin Faiz Jadi Istri Muda Abah Agam
Lantas ia mulai membedah sepenggal lirik yang dimaksud dari kedua lagu yang dibandingkan tersebut di atas.
"'Jadikan hanya aku satu-satunya,
Sang garwa pambage, sang pelipur lara
Nyanyikan 'ku kidung setia.'
di bait kedua, dua kalimatnya sebenernya memiliki makna sama, hnya dalam bahasa berbeda. di bait 3 kidung gk memiliki tujuan sama sekali, knpa gk lngsung pke kata lagu aja?," jelasnya, Rabu (22/2/2023).
Ia pun melanjutkan dengan lagu Rumpang milik Nadin Amizah yang dianggap lugas, namun setiap baitnya memiliki banyak makna yang bisa diintepretasikan.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon