/
Minggu, 05 Maret 2023 | 16:55 WIB

SuaraBandung.id – Seperti yang pernah dibilang oleh Deddy Corbuzier, bahwa kasus yang menyeret anak mantan pejabat Ditjen Pajak (Mario Dandy), akan berimbas pada kepercayaan masyarakat.

Beberapa warganet meramaikan hashtag jangan membayar pajak, yang kemudian oleh Deddy Corbuzier diangkat dalam program ORMAS dan tayang pada Channel YouTube-nya pada hari Minggu (3/3/2023).

Pembahasan tersebut Deddy Corbuzier bagi menjadi dua kubu. Kudu pro diisi oleh Jenda dan Uus dan kubu kontra diisi oleh Boris dan Mael Lee.

Pada diskusi itu, Jenda mengungkapkan bahwa pembayaran pajak sangat penting untuk pembangunan infrastruktur negeri.

Tetapi di sisi lain, ia juga menyenggol manfaat pembayaran pajak di Indonesia.

“Loh pembangunan di negeri ini, infrastruktur dibangun dengan apa? Utang, eh pajak,” ujar Jenda.

Pembayaran pajak memang menjadi salah satu pemasukan terbesar bagi keuangan negara.

Namun dengan adanya kasus seperti kemarin, membuat masyarakat menjadi ragu-ragu untuk membayar pajak.

Boris sebagai pihak kontra menyatakan bahwa pajak secara tidak langsung juga memberikan makanan bagi para koruptor.

Baca Juga: Tanggapi Putusan PN Jakarta Pusat Minta Tunda Pemilu, Presiden PKS: Tidak Relevan dengan Aturan Hukum

“Dengan bayar pajak itu ya, kayaknya kok kesannya kita memberikan bahan bakar untuk dikorupsi,” ujar Boris.

Boris melanjutkan bahwa jika tidak ada uang pajak yang begitu banyak, maka tidak akan ada yang dikorupsi.

Deddy Corbuzier menyimpulkan bahwa pembayaran pajak wajib, tapi tolong dibenahi juga sistem perpajakannya dan orang-orang yang ada di dalam perpajakan. (*)

Sumber: Youtube Deddy Corbuzier berjudul SUMPAH TERJADI PEMUKULAN DI ACARA INI- PAJAK..... ORMAS KERAS!

Load More