/
Senin, 13 Maret 2023 | 06:15 WIB
Istri berhak menolak ajakan suami, untuk berhubungan dalam keadaan anak masih terbangun dan ada di depan mata. (Youtube/Al Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Hubungan suami istri atau bersenggama, tidak selayaknya dilakukan ketika anak masih bangun dan ada di depan matanya.

Dalam sebuah ceramahnya, seorang jamaah bertanya kepada Buya Yahya terkait ajakan suami untuk bersenggama saat anaknya belum tidur.

Buya Yahya lantas menjelaskan tentang ajaran Nabi Muhammad SAW untuk memisah tempat tidur anak dengan orang tua, jika hubungannya dengan hubungan suami istri atau bersenggama.

“Ada pendidikan dari seorang Nabi, di saat anak sudah mulai gede, pisahkan dari tempat tidur mereka. Termasuk di antaranya dijauhkan dari ibunda dan ayahandanya.'

'Dan hendaknya dijauhkan daripada merasakan, mendengar, melihat hubungan yang dilakukan orangtuanya," jelas Buya Yahya, seperti dikutip dari kanal Youtube Buya Yahya, Minggu (12/3/2023).

Pendidikan itu bukan ketika anak itu sudah bisa lari ataupun bicara, tetapi di dalam rahimpun sudah dianjurkan untuk melakukan hal-hal baik karena semua itu akan direkam baik dari pendengaran ataupun penglihatan.

“Waktu dia kecil, mungkin secara dzahir (fisik) tidak apa-apa. Tapi secara batin, mungkin akan teringat-ingat dengan apa yang dilakukan orangtuanya. Jangan meremehkan walaupun dia masih kecil, maka sebaik-baiknya tempat adalah dipisah aja. Apalagi anaknya sudah gede.'

'Karena ketika saat anak itu menjelang puber, maka ia akan melihat apa yang dilakukan ibundanya dan ayahandanya masuk dalam perasaanya dan ingin tau. Akhirnya dia sudah melihat pemandangan yang sudah dilihat pada waktu itu," jelas Buya Yahya lagi.

Tidak ada salahnya bagi istri untuk menolak ajakan suami. Walaupun melayani suami itu wajib, tapi ketika perintah itu dilaksanakan maka madharatnya akan lebih fatal.

Baca Juga: Ingin Kasih Kado di HUT Persib, Luis Milla Targetkan Kemenangan Lawan Persebaya

Maka anda sebagai seorang istri wajib menolak ketika dalam keadaan seperti itu. Tinggal pandai-pandai mencuri waktu bagaimana nantinya, jangan sampai terkesan anak tidak akan tau hal seperti itu.

Karena mereka juga punya syahwat pada akhirnya. Melihat pemandangan seperti itu dan tergoda akan rusak, karena urusanya bukan masalah untuk orang tua tapi masalah syahwatnya, apalagi bapak ibunya yang melakukan.

Suami pun harus mengerti akan hal ini, jangan menggadaikan kata-kata agama. Karena sejatinya ajaran itu tidak menyuruh kepada perilaku yang madharatnya jelas banyaknya. Serta tidak sepantasnya kita sebagai makhluk Maha Intelektual, melakukannya.

“Dan bagi suami tidak sepantasnya seperti itu seharusnya, sebesar apapun syahwat suami tapi bisa diredam dengan melakukan shalat,wudhu dsb. Dan itu lebih maksimal dalam berhubungan jangan siksa istri anda dan jangan ruksak anak-anak anda, dengan melakukan hubungan seperti itu naudzubillah," pungkasnya. (*/Alina)

Sumber: Youtube Buya Yahya berjudul Ingin Bercinta Tetapi Sekamar Dengan Anak | Buya Yahya Menjawab

Load More