SUARA BANDUNG - Tiktoker Bima Yudho Sapotro sempat dilaporkan ke pihak kepolisian oleh seorang warga bernama Ginda Ansori pada Kamis (13/4/2023).
Bima diduga telah menyebarluaskan info hoax dan melakukan ujaran kebencian saat mengkritik Pemerintah Lampung, salah satunya terkait infrastruktur jalan yang rusak.
Selain itu pelapor mempersoalkan perkataan Bima yang menyebut daerah Lampung dengan istilah 'dajjal'. Hal ini membuat keluarga Bima tertekan, karena menurut pengakuan Bima banyak pihak yang mendatangi kediaman orang tuanya di Lampung.
Namun di sisi lain, aksi Bima ini justru menunai banyak dukungan. Para politisi dan pejabat pemerintah pun turut menanggapi peristiwa tersebut.
Anggota Komisi III DPR RI, Ahmad Syahroni dan Taufik Basari (Tobas) misalnya, mereka menilai apa yang dilakukan oleh Bima merupakan bagian dari haknya sebagai warga negara.
Kemudian terkait Bima yang dilaporan ke polisi, anggota DPR itu pun meminta pihak kepolisian untuk tidak melanjutkan laporan itu.
Sama halnya dengan Mahfud MD, Menko Polhukam itu menilai tindakan Bima tersebut dilindungi oleh konstitusi dan merupakan hak konstitusionalnya.
Bahkan, pengamat politik-pemerintahan sekaligus filsuf, Rocky Gerung, turut membela aksi Bima. Tidak tanggung, reaksi pemerintah yang intimidatif terhadap keluarga Bima dinilai oleh Rocky Gerung sebagai sikap yang bermental feodal.
"Anehnya, di negara kita itu dikritik bukannya diperbaiki justru malah diperkarakan. Ini yang kita sebut mental feodal dalam sistem demokrasi," ucap Rocky. (*)
Sumber: YouTube Rocky Gerung Official
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Cerita dari Dapur Kayu Bakar: Tradisi Memotong Ayam dan Doa Opung untuk Cucu Merantau
-
Megawati Kritik Lemhannas: Jangan Dipersempit Hanya Jadi Lembaga Pencetak Sertifikat
-
Warga Luar Kaltim Dilarang Mengkritik, Akademisi: Pernyataan Terlalu Sempit
-
Residivis Tega Cabuli Bocah 10 Tahun di Kamar Mandi Musala Daerah Tanjung Senang
-
Aktivis KontraS Disiram Air Keras, TB Hasanuddin: Momentum Revisi UU Peradilan Militer
-
Lebaran Terakhir di Tuban Sebelum Gugur di Langit Kalimantan: Sosok Kapten Marindra di Mata Warga
-
Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi di Papua Imbas 12 Warga Sipil Meninggal
-
Dwigol Winger Arema FC Gabriel Silva Benamkan Persis di Kawah Kanjuruhan
-
Rahasia Performa Atlet Dunia: Mengulas Fitur Proaktif Samsung Galaxy Watch8
-
7 HP Samsung dengan Fitur Bypass Charging untuk Main Game Tanpa Panas