News / Nasional
Sabtu, 06 Juni 2026 | 09:41 WIB
Kolase foto Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (kiri) dan ekonom senior Chatib Basri (kanan). [Suara.com]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan perombakan kabinet pada Senin, 8 Juni 2026 mendatang di Jakarta.
  • Ekonom Chatib Basri dipertimbangkan menjadi Menteri Keuangan untuk menangani fluktuasi nilai tukar Rupiah yang sedang terjadi.
  • Pihak Istana melalui Mensesneg Prasetyo Hadi membantah kabar tersebut dan menegaskan belum ada rencana pergantian menteri.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto dikabarkan akan melakukan reshuffle kabinet pada Senin (8/6) awal pekan depan. Salah satunya Muhammad Chatib Basri disebut akan menempati posisi Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa.

Dua Sumber internal yang mengetahui informasi ini menyebutkan, Presiden Prabowo tengah menimbang ekonom senior Chatib Basri untuk menjadi menteri keuangannya di tengah "huru-hara nilai Rupiah".

"Senin kemungkinan akan ada reshuffle kabinet. Presiden memang lagi menimbang, salah satunya Pak Chatib Basri menjadi menteri keuangan," kata Sumber itu kepada Suara.com, Sabtu (6/6/2026) pagi.

Pulang mendadak dari AS

Sinyalemen pergantian ini kian menguat seiring kabar kepulangan mendadak Chatib Basri dari Amerika Serikat ke Tanah Air.

Sosok yang akrab disapa Kang Dede itu memang tengah menjadi visiting fellow di Harvard Kennedy School AS.

"Seharusnya, Kang Dede ke Boston ketemu kawannya hari Kamis (4/6), tapi dibatalkan karena mau terbang ke Jakarta hari Jumat (5/6)," kata Sumber melalui telepon.

Sabtu hari ini, kata dia, Chatib Basri dijadwalkan sowan ke Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas. 

Untuk diketahui, Chatib Basri memang pernah menjadi Menteri Keuangan RI era SBY, persisnya tahun 2013-2014. Sebelumnya, dia juga pernah menjadi kepala BKPM tahun 2012-2013.

"Dia juga dijadwalkan bertemu Pak Prabowo."

Purbaya jadi Gubernur BI?

Meski isu pencopotannya terus bergulir, Purbaya Yudhi Sadewa dikatakan tidak akan benar-benar didepak dari lingkaran otoritas ekonomi, melainkan diberikan penugasan baru yang tidak kalah strategis.

Nama Purbaya disebut-sebut masuk dalam nominasi untuk menduduki kursi Gubernur Bank Indonesia (BI), menggantikan Perry Warjiyo.

Bila reshuflle benar-benar terjadi, maka kombinasi antara Chatib Basri di posisi fiskal dan Purbaya pada posisi moneter, diharapkan bisa memberikan sentimen positif bagi pasar modal maupun investor.

Bantahan dari Pihak Istana

Load More