SUARA BANDUNG - Nama Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Pangandaran mencuat setelah Husein Ali Rafsanjani melaporkan adanya pungutan liar (pungli) terhadapnya.
Imbas dari laporan Husein Ali Rafsanjani tersebut jabatan Kepala BKPSDM Pangandaran Dani Hamdani dinonaktifkan.
Namun beredar kabar bahwa Kepala BKPSDM Pangandaran bukan hanya dinonaktifkan tapi ditangkap setelah kasus yang dilaporkan oleh Husein Ali Rafsanjani viral
Informasi tersebut dikabarkan dalam video yang diunggah oleh kanal YouTube Warta Informasi pada (12/5/2023).
Video dengan thumbnail yang tertulis “AMBIL PUNGLI PENERIMAAN PNS, KEPALA BKPSDM DITANGKAP” ini sudah ditonton lebih dari 330 kali tayangan.
Dalam video berdurasi 5:46 itu narator menjelaskan awal mula viralnya kasus yang diunggah Husein seorang guru muda di Pangandaran melalui media sosial.
Husein mengaku menjadi korban pungli dan dipaksa membayar sejumlah uang saat mengikuti pelatihan dasar calon (Pegawai Negeri Sipil) PNS pada 2020.
Hingga akhir video tak ada yang menyebutkan penangkapan atau penonaktifan Kepala BKPSDM, hanya membahas bagaimana kronologi pungli yang terjadi kepada Husein.
Baca Juga: Kenangan I Made Wirawan yang Tak Terlupakan di Stadion Siliwangi
KESIMPULAN :
Berdasarkan penelusuran tim Suara Bandung (13/5/2023), apa yang dinarasikan dan ditayangkan oleh kanal YouTube Warta Informasi tidaklah benar alias hoax.
Dalam video yang diunggah tidak ada pernyataan atau tayangan valid yang menyebutkan bahwa Kepala BKPSDM bukan hanya dinonaktifkan dari jabatannya melainkan ditangkap.
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandung.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com.
Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi).
Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini.
Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com. (*)
Sumber : YouTube Warta Informasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Usai Diperiksa Semalaman, Bupati Sukoharjo Dibawa KPK ke Jakarta
-
Produk Murah China Terus Membanjiri RI, UMKM Dipaksa Bertahan di Tengah Gempuran
-
Kabar Duka, Anggota DPR RI Rachmat Gobel Meninggal Dunia
-
327 Emiten Belum Penuhi Free Float 15 Persen, Apa Penyebabnya?
-
Kekayaan Bupati Sukoharjo Etik Suryani yang Terciduk OTT KPK
-
Bukan Hanya SPPG Polri, Kejati Jateng Monitoring Seluruh Pengelola MBG
-
Ulasan Foufo: Kisah Persahabatan Alien Luar Angkasa dan Pengepul Rongsok
-
Prambanan Dipugar Bersama India, InJourney Bidik Lonjakan Wisatawan dan Dampak Ekonomi
-
Ramai Surat Edaran Propam, Polda Jateng Pastikan Polisi Pengelola SPPG Tak Kebal Pemeriksaan
-
Ramai Isu Moratorium Alfamart dan Indomaret, Ini Penjelasan Resmi Menteri UMKM