SUARA BANDUNG - Habib Bahar Bin Smith menjadi sorotan publik usai diklaim terkena serangan tembakan.
Selain itu, Habib Bahar Bin Smith juga merupakan pemuka agama yang kerap berdakwah.
Habib Bahar Bin Smith kerap berdakwah di beberapa Kota, selain itu ia juga memiliki pesantren.
Usai terkena serangan, beredar rumor yang menyebut Bahar Bin Smith akhirnya mengaku menggunakan gelarnya untuk menipu orang.
Rumor diunggah oleh kanal YouTube RADAR JURNALIS, (25/5/2023), berjudul "Tak Tahu Malu!! Habib Bahar Akhirnya Mengaku Menggunakan Gelar Untuk Menipu".
Hal selaras tertulis juga dalam narasi di sampul video yang digunakan oleh pemilik kanal YouTube tersebut.
Bahkan video itu sudah ditonton lebih dari 60 ribu orang, lantas apakah benar narasi yang dibuat si pengunggah? Simak faktanya.
Setelah ditelusuri secara langsung, narasi yang ditulis oleh kanal tersebut tidak benar.
Baca Juga: Menghidupkan Klaster Digital di Kampung Kain Tuan Kentang Palembang
Karena isi video tidak menjelaskan hingga mengungkapkan seperti apa yang ia tulus dalam judul.
Sehingga klaim mengenai Bahar Bin Smith menipu kurang tepat, karena tak ada bukti di dalam video yang menunjang narasi pada judul.
Sehingga, judul dan isi video tak sesuai, dan bisa menimbulkan persepsi yang salah, hingga informasi palsu.
Kesimpulan:
Unggahan kanal YouTube RADAR JURNALIS "Tak Tahu Malu!! Habib Bahar Akhirnya Mengaku Menggunakan Gelar Untuk Menipu" adalah Hoaks.
Ini adalah salah satu artikel yang masuk dalam konten cek fakta suarabandung.com, dibuat dengan sumber yang jelas namun tidak bisa dijadikan rujukan karena masih berpotensi salah informasi.
Publik dipersilakan memberikan kritik melalui kolom komentar atau menghubungi Redaksi Suara.com melalui email cekfakta@suara.com. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel