- Kebakaran melanda gedung Bapenda DKI Jakarta di Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, pada Jumat malam (7/8/2026).
- Petugas darurat menerima laporan kebakaran pukul 21.30 WIB dan langsung mengerahkan sepuluh personel dengan dua armada awal.
- Operasi pemadaman melibatkan total 20 unit armada serta 100 personel untuk mengatasi kobaran api yang membesar.
Suara.com - Si jago merah mengamuk di kompleks gedung Badan Pendapatan Daerah atau Bapenda DKI Jakarta, Jalan Abdul Muis, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2026) malam.
Kebakaran besar ini memaksa petugas mengerahkan kekuatan penuh guna memadamkan kobaran api yang terus membesar.
Laporan pertama mengenai insiden ini diterima melalui layanan darurat Jakarta Siaga 112 pada pukul 21.30 WIB.
Menanggapi situasi darurat tersebut, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat dengan mengerahkan dua unit armada awal beserta sepuluh personel ke lokasi kejadian.
Tim pemadam tiba di titik lokasi pada pukul 21.40 WIB dan langsung memulai operasi pemadaman satu menit kemudian, tepat pukul 21.41 WIB.
Namun, melihat eskalasi api yang kian tak terkendali, bantuan tambahan segera didatangkan.
Hingga Pukul 23.35 WIB, total armada yang dikerahkan melonjak drastis menjadi 20 unit dengan kekuatan 100 personel.
Kekuatan gabungan tersebut terdiri dari 17 unit dari Sudin Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat dan 3 unit bantuan dari Pati Kendal.
Kepala Bapenda DKI Jakarta Lusiana Herawati, membenarkan adanya insiden yang menimpa area kantornya.
Baca Juga: BNPB Kerahkan Dua Helikopter untuk Jinakkan Api di Bromo
Saat dihubungi untuk konfirmasi terkait dugaan titik api, ia menyatakan sedang dalam perjalanan menuju lokasi.
"Iya, saya menuju kantor," tuturnya.
Hingga berita ini dipublikasikan, ratusan petugas pemadam kebakaran masih terus berjibaku memadamkan api di lokasi.
Belum ada keterangan resmi mengenai kerugian materiil maupun adanya korban jiwa dalam musibah kebakaran di jantung ibu kota ini.
Persimpangan jalan di sekitar lokasi pun terpantau padat oleh armada petugas dan warga yang menyaksikan kejadian.
Berita Terkait
-
Ancaman El Nino 2026: Luas Area Terindikasi Terbakar Capai Tiga Kali Lipat Daratan Jakarta
-
BNPB Kerahkan Dua Helikopter untuk Jinakkan Api di Bromo
-
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau Sumsel Terjadi Agustus-September
-
Api Masih Berkobar di Bromo, Jalur Wisata Ditutup Sementara
-
Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara
Terpopuler
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik
-
100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri
-
Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping
-
Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda
-
Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?
-
Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026
-
Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya