SUARA BANDUNG - Viral video ribuan jasad bayi dimandikan seperti ikan di media sosial, baru-baru ini.
Video viral ribuan jasad bayi dimandikan bak ikan oleh sekelompok orang tersebut, dibagikan oleh salah seorang pengguna Twitter.
Video penampakan ribuan jasad bayi dimandikan seperti seseorang mencuci ikan, berdurasi sekitar 0,45 detik dan viral oleh komentar netizen.
"Just a little window shopping at your local Asian market. (hanya sebuah katalog kecil di dalam pasar Asia anda)," tulis akun Twitter @realstewpeters sembari menyematkan video, seperti dikutip pada hari Rabu (7/6/2023).
Sempat membuat geger dan salah paham netizen lain, sebab banyak warganet yang mengira video itu adalah salah satu bentuk perdagangan manusia, khususnya bayi.
Hingga isu terkait plasenta bayi yang dimanfaatkan untuk produk kecantikan.
Namun, setelah ditelusuri lebih lanjut, ternyata video viral tersebut adalah prosesi pemandian jasad bayi yang dilakukan oleh volunteer di Vietnam.
Berdasarkan situs Cultureshift yang diunggah pada 3 Mei 2018, para volunteer tersebut bergerak untuk memandikan jasad bayi yang telah diaborsi.
Setelah dimandikan, jasad-jasad tersebut akan dikubur di pemakaman Doi Coc, Vietnam.
Baca Juga: Fadly Faisal Trauma, Usai Dampingi Rebecca Klopper Minta Maaf pada Publik?
Dalam situs itu, diinformasikan bahwa tingkat aborsi di sana cukup tinggi. Para volunteer atau relawan bahkan bisa memakamkan 1.000 lebih jasad bayi hasil aborsi tiap bulannya.
Pemakanan yang mayoritas dilakukan oleh para warga Desa Thanh Xuan, dilakukan untuk penghormatan bayi yang telah diaborsi.
Tercatat, sejak tahun itu Kementerian Kesehatan Vietnam, memperkirakan ada sekitar 300.000 aborsi yang dilakukan di Rumah Sakit Umum Vietnam, tiap tahunnya.
Jumlah itu tak termasuk fasilitas aborsi swasta yang menjamur di negara tersebut. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- Motor Baru Harley-Davidson Harga Cuma Rp40 Jutaan, Tenaga Setara Motor 250cc
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
- Viva Sunscreen Foundation SPF Berapa? Banyak Dapat Review Positif dari Pengguna
- KPK Ungkap Dugaan Modus 'Pinjam Bendera' di Proyek Gedung Pemkab Lamongan Rp151 Miliar
Pilihan
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
Terkini
-
Gugat Aturan Gelar Pahlawan Nasional ke MK, Trah Sultan HB II Bongkar Dugaan Penjegalan
-
Warga Sleman Mengeluh Mati Listrik Tiap Hari, PLN Buka Suara dan Beberkan Penyebabnya
-
Sambut HJB ke-544, Jurnalis Se-Bogor Raya Siap Adu Taktik di Lapangan Hijau Sentul
-
Bawa Pesan Khusus dari Prabowo untuk Jokowi? Ini Fakta Pertemuan Didit Hediprasetyo di Solo
-
Nenek 80 Tahun di Sedayu Bantul Tewas Tercebur Sumur Saat Menimba Air
-
Pramono Siapkan 500 Ondel-Ondel Karya Desainer Top untuk Rayakan 5 Abad Jakarta
-
Niat Cari Untung Malah Buntung: Air Ciujung Tercemar, Modal Obat Padi Bengkak Dua Kali Lipat
-
Tolak Militerisasi Sipil hingga Kenaikan BBM, Mahasiswa Kepung DPRD Jatim Kritik Kebijakan Prabowo
-
Migrasi Pertamax ke Pertalite Mulai Terjadi di Jogja, Pasokan BBM Subsidi Ditambah 18 Persen
-
Irma Suryani: Program MBG Bisa Jadi Mudarat Jika Salah Sasaran dan Tak Dikelola Profesional