SUARA BANDUNG - Berbicara sepakbola Indonesia memang tidak bisa lepas dari peran para supporter.
Sebagian besar klub di Indonesia, apalagi klub-klub yang memiliki sejarah panjang biasanya memiliki basis supporter yang sangat banyak, fanatik dan militan.
Sebut saja seperti, Bonek (pendukung Persibaya), The Jakmania (Persija), Viking atau Bobotoh (Persib), Aremania (Arema), BCS dan Slemania (PSS) dan banyak lagi yang lainnya.
Setiap kelompok supporter punya ciri khas dan dinamika masing-masing. Bahkan di antara kelompok supporter ada yang sangat bersahabat, ada pula yang justru sebaliknya.
Siapa yang tidak tahu keakraban antara Bobotoh dengan Bonek, Persija dengan Arema.
Begitu pula sebaliknya, siapa yang tidak tahu gesekan antara supporter Persib dengan Persija, Arema dengan Persibaya.
Musim ini, PSSI memutuskan untuk membatasi pergerakan para supporter. Bagaimana pun kondisinya dan apa pun alasannya, supporter tim tamu dilarang menyaksikan langsung atau ikut bertandang saat tim kesayangannya berlaga.
Ketua umum PSSI pun sempat mewacanakan akan mengurangi poin klub jika supporternya berulah.
Namun hal itu justru mengundang kritik dari pengamat sepakbola tanah air. Menurut Tommy Welly atau Bung Towel, sanksi berupa pengurangan poin belum bisa dilakukan di Indonesia, karena belum dalam regulasinya belum ada.
Baca Juga: Tak Sengaja Cederai Kaki Lawan Main hingga Patah, Marcelo Unggah Hal Menyentuh
"Sebelum kick off, ketua umum Erick Thohir sudah mewanti-wanti, kalau ada kerusuhan, pengurangan poin. Kenyataanya kan tidak terjadi, karena di regulasi liga 1 tidak ada sanksi terkait itu. ", kata Bung Towel dalam YouTube Sportify Indonesia, Jum'at (28/7/2023).
Bung Towel pun mencotohkan kasus keributan supporter PSM, aksi menyusup supporter Arema ke ka kandang Persik Kediri, dari dua kasus itu saja sanksi berupa pengurangan poin tidak dilakukan.
"Pernyataan ketua umum akan tetap dimintai pertanggungjawabannya... Maksud saya, kalimat dari seorang ketua umum ga boleh sekadar gimik, ga boleh sekadar keren", kata Bung Towel.
Bung Towel menambahkan, untuk mengimplementasikan sanksi pengurangan poin harus ada dasar sepakbola dan tools-nya harus beres dulu. Kalau tidak, maka berpotensi akan menjadi boomerang bagi ketua umum.
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo Indomaret 12-18 Maret: Sirup Mulai Rp7 Ribuan, Biskuit Kaleng Rp15 Ribuan Jelang Lebaran
- 5 Mobil Bekas Irit Bensin Pajak Murah dengan Mesin 1000cc: Masa Pakai Lama, Harga Mulai 50 Jutaan
- 26 Kode Redeem FF 13 Maret 2026: Bocoran Rilis SG2 Lumut, Garena Bagi Magic Cube Gratis
- 45 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 Maret 2026: Kesempatan Raih ShopeePay dan Bundel Joker
- Siapa Syekh Ahmad Al Misry? Dikaitkan Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Sesama Jenis 'SAM'
Pilihan
-
Teror Beruntun di AS: Sinagoge Diserang, Eks Tentara Garda Nasional Tembaki Kampus
-
KPK OTT Bupati Cilacap, Masih Berlangsung!
-
Detik-Detik Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast di YLBHI
-
Indonesia Beli Rudal Supersonik Brahmos Rp 5,9 Triliun! Terancam Sanksi Donald Trump
-
Kronologi Lengkap Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras Usai Podcast Militerisme
Terkini
-
Mudik Makin Praktis, BRImo Hadirkan Solusi Perjalanan Lengkap dalam Satu Genggaman
-
7 Parfum Mirip Chanel Coco Mademoiselle Versi Murah tapi Wanginya Mewah
-
Apakah Bisa Titip Motor di Polsek Saat Mudik Lebaran? Simak Syarat dan Lokasinya
-
3 Pemain dengan Caps Terbanyak di Timnas Indonesia yang Dipanggil John Herdman
-
4 Langkah Pertolongan Pertama Jika Kena Air Keras, Antisipasi dari Kasus Andrie Yunus
-
7 Drama Park Jin Young yang Wajib Ditonton, Still Shining Jadi yang Terbaru
-
Kisah Pengusaha Genteng Majalengka, Omzet Naik Didukung Modal dari BRI
-
Peringati 1 Tahun Danantara, Pupuk Indonesia Group Salurkan Paket Perlengkapan Sekolah
-
Sebanyak 143,91 Juta Orang Diprediksi Mudik Lebaran Tahun Ini!
-
Buntut Ketegangan Timur Tengah, Pemerintah Siapkan Pemulangan 34 WNI dari Iran