SUARA BANDUNG – Tepatnya pada tanggal 16 Februari 2022 Klub Tokyo Verdy mengumumkan bergabungnya Pratama Arhan, pada saat itu Tokyo Verdy juga menyampaikan bahwa mereka mendatangkan Pratama Arhan dengan proses transfer penuh.
Namun siapa sangka ternyata ruang ganti Tokyo Verdy seolah menghadirkan cerita tersembunyi di balik karier Pratama Arhan. Minimnya bermain hingga duggan dijadikan alat marketing oleh klub menjadi hal yang paling menonjol dalam beberapa oekan terakhir ini.
Sejak dikabarkan bahwa Pratama Arhan resmi bergabung dengan Tokyo Verdi, penikmat sepakbola Tanah Air begitu antusias. Pada saat itu juga banyak sekali penggemar yang langsung mengikuti akun media sosial klub divisi kedua Liga Jepang tersebut.
Setahun lamanya, tidak ada perubahan yang terjadi oleh Pratama Arhan, namun dengan setianya bahwa Arhan tetap menjadi penghangat bangku cadangan. Hal ini tentu saja membuat para penggemar sepakbola Tanah Air meradang.
Pada saat itu kesabaran para penggemar mulai menipis, dimana harus menyaksikan Pratama Arhan mendapakan menit bermain yang lebih bersama Tokyo Verdy seolah sudah terkikis.
Hingga akhirnya mereka beramai-ramai untuk menggeruduk akun media sosial Tokyo Verdy,. Hal ini terjadi tepatnya pada Senin (2/10/2023) saat itu penggemar sepakbola tanah air mengetahui bahwa Pratama Arhan tidak masuk dalam Skuad Tokyo Verdy.
Pada saat itu dalam sekejap akun Instagram klub dipenuhi dengan komentar, dan tak sedikit juga yang meminta untuk menekankan tombol unfollow.
Diketahui dari data, bahwa Pratama Arhan tercatat hanya bermain sebanyak tiga kali. Satu kali di Liga 2 Jepang (10 menit) dan sisanya bermain untuk Tokyo Verdy di Emperor’s Cup.
Arhan Dijadikan Bahan Marketing oleh Tokyo Verdy
Baca Juga: Efek Musim Kemarau, 47 Embung yang Dibangun Pemprov Jateng Mengering, Ini Daftarnya
Setelah bergabung dengan klub Tokyo Verdy Pratama Arhan minim mendapatkan kesempatan bermain. Hingga banyak yang menduga bahwa Arhan dijadikan bahan marketing atau alat marketing, hal ini juga diungkapkan oleh Ben Griffis selaku pengamat sepakbola asal Australia.
“Bagaimana jika Arhan hanya sekedar alat pemasaran seumur hidupnya. Suwon FC selangkah lebih maju dari Verdy. Saya tahu dia punya potensi tapi pada dasarnya dia tidak bermain sepak bola di klub sejak pindah ke Verdy yang 100% akan merugikan perkembangan pemain muda," ujar Griffis dikutip dari Twitter pribadinya.
Ben Griffis juga terus terang menjelaskan bahwa dirinya tidak mempersoalkan mengenai pemain dijadikan sebagai alat marketing klub. Hanya saja pemain itu harus mendapatkan menit bermain sehingga bisa berkembang.
“saya tidak punya masalah dengan pemain pemasaran yang tidak dapat dipercaya, jika tim juga setidaknya menunjukkan bahwa mereka memberikan peluang kepada pemain, bahkan jika mereka merekrut pemain yang jauh dibawah kualitas awal mereka dengan keinginan untuk mengembangkannya,” sambungnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
Terkini
-
Kejutan Kasus BJB! 5 Fakta KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih Terkait Aktivitas Ridwan Kamil
-
OTT Beruntun di Kemenkeu, KPK Sita 3 Kg Emas dan Duit Miliaran dari Penangkapan Pejabat Bea Cukai
-
Tol Padang-Pekanbaru Seksi Sicincin-Bukittinggi Butuh Rp 25,23 Triliun, Target Beroperasi 2031
-
Aditya Hoegeng Ungkap Kisah Eyang Meri: Di Belakang Orang Kuat Ada Orang Hebat
-
Sempat Direkrut, Ini Alasan Persis Lepas Clayton Da Silveira
-
Edit Logo NU dan Disamakan dengan Simbol Yahudi, Warga Laporkan Akun X ke Polda Metro Jaya
-
Arema FC Lepas Odivan Koerich Usai Evaluasi Paruh Musim Super League
-
Bojan Hodak: Dion Markx Masih Harus Adaptasi Bersama Persib
-
Bojan Hodak Pastikan Persib Tak akan Tambah Lagi Pemain Baru
-
Resmi Berseragam Persija, Mauricio Souza Ungkap Alasan Mauro Zijlstra Jadi Rekrutan Penting