SUARA BANDUNG - Bung Towel kembali menyoroti Timnas Indonesia di bawah asuhan Shin Tae-yong.
Menurut Bung Towel, performa Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman yang menurun, justru masih dipertahankan Shin Tae-yong di Timnas Indonesia.
Bung Towel dengan analisanya, mencurigai bahwa Timnas Indonesia bersama Shin Tae-yong justru abu-abu dalam memilih pemain.
Padahal menurut Bung Towel, sepak bola profesional seharusnya memiliki dasar yang jelas jika seorang pelatih seperti Shin Tae-yong, ingin menggaet pemain ke Timnas Indonesia.
Sedangkan, dua pemain yang telah ia sebutkan dinilai kurang memiliki kontribusi untuk Timnas Indonesia.
Bahkan, Egy Maulan Vikri yang awalnya selalu diunggulkan dan diberikan banyak sanjungan, justu mlempem.
Begitu pula dengan Witan yang sejauh ini masih belum ada perkembangan secara permainan, baik di timnas maupun di Liga 1.
"Saya memberikan catatan misalnya, Witan Egy di depan. Itu kan menurut saya lagi mandek. Witan misalnya, sejak AFF tahun lalu sejak gagal bikin gol ke gawang Thailand yang sudah ditinggalkan kipernya. Saya belum melihat lagi standar terbaik Witan," ujar Bung Towel, dikutip dari kanal YouTube Gocek Bungtowel, Sabtu (14/10/2023).
"Begitu juga dengan Egy, dengan banyak gangguan cedera di lututnya. Saya belum melihat penampilan yang prima dan maksimal dari Egy," lanjutnya.
Namun meskipun begitu, Shin Tae-yong tetap saja memanggil keduanya ke Timnas Indonesia.
"Timnas itu konsepnya terbuka, bukan tertutup. Timnas itu bukan konsepnya eksklusif, tetapi inklusif," kata dia
"Tapi apakah karena Egy dan Witan langganan, selalu dipanggil? Ini pertannyaan besar untuk STY (Shin Tae-yong)," tambah Bung Towel.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026