SuaraBandungBarat.id - Pemerintah Indonesia di era Presiden Joko Widodo memiliki sebuah visi besar dalam sektor ekonomi digital.
Delegasi Digital Economy Working Group (DEWG) putaran keempat asal Kanada Iyad Dakka menyebut negaranya berpotensi melakukan kerja sama dengan Indonesia terkait dengan ekonomi digital.
Digitalisasi saat ini digambarkan sebagai emas baru yang bisa mendorong sebuah negara menjadi maju, dan mensejahterakan rakyat. Sebab, sambung Iyad, digitalisasi bisa menumbuhkan pertumbuhan ekonomi suatu negara.
"Jadi jawaban saya adalah hal itu (digital) menjadi fundamental di ekonomi abad ke 21 ini dan penting bagi pemerintah untuk memanfaatkan data digital," ucap Iyad Dakka.
Namun demikian, Iyad melihat saat ini delegasi beberapa negara masih melakukan negosiasi untuk merumuskan suatu dokumen yang dinamakan Bali Package.
"Banyak progres sangat baik terjadi dalam dua hari ini dan kita akan terus bernegosiasi dengan keras di balik layar. Saya rasa ini tidak akan mudah untik mencapai kesepakatan/kesepahaman tapi kita dari Kanada terus mencoba utk mencapai tujuan kami," kata dia.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Johnny G Plate menyoroti tiga isu dalam pertemuan Digital Economy Working Grup (DEWG) keempat. Tiga isu ini akan dibahas oleh para delegasi untuk menghasilkan inovasi.
"Kami telah menyimpulkan diskusi tentang konsep konektivitas digital yang berpusat pada orang sebagai perpanjangan dari pusat manusia, konektivitas digital," ujar Johnny dalam pembukaan DEWG Indonesia 2022 Putaran Keempat, di Hotel Mulia, Nusa Dua, Bali, Senin (29/8/2022).
Isu kedua, tutur dia, terkait dengan keterampilan dan literasi digital. Dalam isu ini, Johnny menuturkan, para delegasi akan mengukur tingkat keterampilan dan literasi digital, yang selanjutnya meningkatkan tingkat kedua hal tersebut.
Baca Juga: Desakan Makin Kuat, Publik Ingin Motif Pembunuhan Brigadir J Segera Diungkap
"Anggota telah menyambut baik delegasi 20 untuk mengukur keterampilan digital dan literasi digital serta berbagi pengalaman untuk meningkatkan partisipasi yang berarti dari orang-orang dalam situasi rentan dan kurang terwakili dalam ekonomi digital dan pertukaran kebijakan untuk memajukan keterampilan digital dan literasi digital," ucap dia.
Terakhir ketiga, Johnny menyoroti soal permasalahan keamanan data. Sebelumnya, dia telah melakukan dialog dengan pemangku kepentingan soal pemahaman tata kelola data.
Sumber : Suara.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mahkamah Konstitusi 'Main Aman' Beri Legitimasi Program MBG yang Bermasalah
-
Sering Olahraga Bikin Rambut Lepek dan Ketombe? Ini Tips Menjaga Kulit Kepala Sehat
-
Gus Ipul Ingatkan Seluruh Jajaran: Program Sekolah Rakyat Butuh Kolaborasi dan Integritas
-
Kenali Modus Customer Service Palsu yang Mengincar OTP dan PIN
-
Dua Siswa Sekolah Rakyat Jadi Delegasi Indonesia di 9th ASEAN Children's Forum
-
Promo Tiket Kereta Api di BRImo Langsung Dapat Cashback 15 Persen, Cek Syaratnya!
-
Terbukti Tarik Pungli ke Sesama PPPK, 1 ASN Pemprov Banten Dipecat Tidak Hormat
-
Pemkab Musi Banyuasin Usulkan Lahan Sekolah Rakyat
-
Habiskan Malam Panjang di Ibu Kota: Intip 5 Cara Menikmati Jakarta hingga Dini Hari di PIK
-
Dari Susu Jadi Yogurt Berkualitas, Transformasi Peternak Karanglo Naik Kelas Bersama BRI