SuaraBandungBarat.id - Seusai rekontruksi kasus pembunuhan Brigadir J yang dilaksanakan di tiga TKP.
Sebagaimana kita ketahui hal tersebut menjadi kontroversi dan mengundang perhatian publik.
Seperti yang kita lihat pada tayangan televisi rekontruksi kasus pembunuhan sadis Brigadir J disiarkan secara langsung.
Pasalnya, Tim Kuasa hukum Komarudin Simanjuntak sebagai pengacara Keluarga Brigadir J tidak di ijinkan untuk menghadiri rekontruksi pembunuhan yang digelar pada saat itu.
Tim Kuasa Hukum Brigadir J itu diusir Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi. Selasa 30/08/2022.
Saat dikonfirmasi awak media, Brigjen Andi Rian membenarkan kalau ia telah mengusir Tim kuasa hukum keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dan Johnson Panjaitan.
Sontak saja hal tersebut ditanggapi, mantan Kuasa Hukum Bharada E Deolipa Yumara terkait pengusiran terhadap kuasa Hukum Brigadir J oleh Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.
Deolipa mengatakan, bicara rekontruksi, saya sudah 15 tahun di Polres Jakarta Selatan. Dia juga sudah banyak menangani kasus-kasus pembunuhan.
Ketika ada rekonstruksi, semua orang boleh hadir.
"Jangankan rakyat jelata, setan pun boleh hadir," kata Deolipa dalam sebuah unggahan video di akun TikTok Dioysius yang diunggah pada Rabu (31/8/2022).
Baca Juga: Bali United Siapkan 23 Pemain untuk Lawatan ke Markas Persebaya
Menurut Deolipa, pengacara boleh hadir. Sebenarnya rekonstruksi itu bebas siapa saja boleh hadir untuk memenuhi rasa keadilan.
"Semua orang boleh dilibatkan. Nggak boleh ada yang melarang," ujar Deolipa.
Dengan adanya larangan dari timsus kepada pengacara keluarga Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak dan timnya, menurut Deolipa salah.
Jangankan Rakyat Jelata, Setan Pun Boleh Hadir Rekonstruksi di Rumah Dinas Ferdy Sambo, Deolipa Yumara: Dirtipidum Termasuk yang bodoh juga.
Kalau memang tidak ada ketentuannya, lanjut Deolipa, rasa keadilan yang dipakai.
"Bodoh itu menurut saya," cetusnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
5 Rekomendasi Mesin Cuci Mini Favorit Anak Kos, Ukuran Kecil Bikin Hidup Lebih Praktis
-
Disepelekan dalam Perburuan Juara, Pelatih Borneo FC: Kami Bukan Tim Musiman
-
76 Kode Redeem FF Max Terbaru 26 April 2026: Klaim Bundel Gintoki dan VSK94 Undersea
-
Jadi Tersangka Kasus Pelecehan, Momen Irfan Hakim Dirukiah Syekh Ahmad Al Misry Kembali Disorot
-
7 Kopi Susu Gula Aren Murah di Jakarta yang Masih Ramah di Kantong, Ada yang Cuma Rp15 Ribuan
-
Sticky oleh NCT Wish: Hubungan Asmara Unik tapi Manis bak Hidangan Penutup
-
Siapa Wali Nikah Syifa Hadju? Ini Penjelasan dari Pihak Keluarga
-
7 Alasan Orang Pontianak Betah Nongkrong di Warkop Seharian, Tradisi yang Bikin Pendatang Kaget
-
38 SPPG di Kaltim Belum Punya IPAL, Auto Kena Evaluasi!
-
Lagi Kurang Fit, Kim Seon Ho Minta Maaf Tak Bisa Bernyanyi di Fan Meeting Jakarta