SuaraBandungBarat .id- Peringatan Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Indonesia dihadapkan dengan kasus bunuh diri 3 kali lipat lebih banyak daripada jumlah kasus yang dilaporkan.
Bahkan hasil penelitian Emotional Health for All Foundation (EHFA) menyebutkan, ada beberapa provinsi di Indonesia dengan kasus bunuh diri terbanyak.
"Atau angka (kasus bunuh diri di Indonesia) sesungguhnya bisa minimal 4 kali lipat dari yang dilaporkan, dan hal ini merupakan persentase tertinggi dari jumlah kejadian yang dilaporkan secara nasional di dunia,” ungkap Ketua EHFA, Dr. Sandersan Onie, melalui keterangan yang diterima suara.com, Sabtu (10/9/2022).
Provinsi dengan kejadian bunuh diri tertinggi ada di Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Bali, Maluku Utara dan Kepulauan Riau.
Sedangkan provinsi dengan tingkat upaya atau potensi bunuh diri tertinggi ditemukan di Sulawesi Barat, Gorontalo, Bengkulu, Sulawesi Utara dan Kepulauan Riau.
Adapun sebagian besar kasus bunuh diri di dunia, termasuk di Indonesia terjadi pada usia muda berkisar antara 15 hingga 29 tahun.
Menurut Dr. Sandersan, ada beragam sebab atau faktors risiko seseorang bunuh diri seperti alami masalah keluarga, keuangan, hingga kesepian.
Meski demikian, terdapat sejumlah faktor protektif yang dapat mencegah terjadinya bunuh diri, meliputi komunitas, akses ke perawatan psikologis,
serta agama,” terang Dr. Sandersan.
Berkaca dari temuan ini, tim peneliti yang melakukan wawancara mendalam lebih dari 100 jam di Indonesia ini, merekomendaikan langkah untuk menurunkan prevalensi kasus bunuh diri.
Baca Juga: Kemegahan The New Audi Q5 Yang Dipamerkan di BCA Expo Hybrid
Rekomendasi itu sebagai berikut:
Perlunya kebijakan nasional melalui kerjasama dengan institusi terkait.
Pengentasan moralitas bunuh diri dari sisi agama.
Peningkatan penelitian akademis secara terlatih dan sistemik.
Pembentukan asosiasi lintas disiplin sebagai pengawasan upaya pencegahan bunuh diri.
Melakukan intervensi dengan pembatasan sarana bunuh diri.
Berita Terkait
-
Hari Pencegahan Bunuh Diri Dunia 10 September, Tiap Tahun Ada 700 Kematian Bunuh Diri di Indonesia
-
Waduh! Masalah Keluarga Dapat Menjadi Faktor Risiko Bunuh Diri
-
Hari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia: Ini Provinsi dengan Kejadian Bunuh Diri Terbanyak di Indonesia
-
Serbu Kode Redeem ML 10 September 2022, Menangkan Trial Skin Gratis
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
Terkini
-
5 Pilihan Hair Vitamin Spray Keratin: Rambut Halus Bak Perawatan Salon!
-
Jangan Nekat Pakai Pertalite, Ini 5 Motor Matic yang Wajib Pakai Pertamax agar Mesin Tak Jebol
-
5 Sunscreen Lokal dengan Kualitas Premium untuk Cegah Penuaan Dini
-
BRI dan BPKH Resmi Serahkan Banknotes SAR 152 Juta untuk Haji 2026
-
BRI Salurkan Banknotes SAR 152,49 Juta untuk Haji 2026, 203.320 Jemaah Bisa Gunakan di Tanah Suci
-
5 Pilihan Motor Trail Listrik dengan Fitur Fast Charging, Performa Tangguh
-
Daun Pisang Jadi Tren, Toko Es Krim Ini Mendadak Kreatif Efek Harga Plastik Naik
-
Haji 2026: BRI Distribusikan Banknotes SAR 750 per Jemaah ke 203.320 Orang
-
Beda dari Selat Hormuz Iran, Apa Peran Selat Malaka bagi Indonesia?
-
Viral! Ibu Ini Ungkap Kelalaian RS Hasan Sadikin, Bayinya Sempat Tertukar dan Dibawa Orang Lain