/
Senin, 14 November 2022 | 19:34 WIB
Petugas BPBD KBB saat melakukan apel siaga bencana beberapa waktu lalu (Hendra H Rusdaya)

SuaraBandungBarat.id- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat bakal segera melakukan pemetaan terhadap risiko gempa di wilayahnya.

Hal tersebut bakal segera dilakukan usai gempa bumi terjadi di sesar Cirata yang berada di Kabupaten Bandung Barat pada Minggu (13/11/2022).

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD KBB, Duddy Prabowo mengatakan pihaknya bakal memetakan wilayah rawan gempa bumi akibat pergerakan sesar Cirata  dengan berkoordinasi dengan instansi terkait yakni BMKG dan Badan Geologi. 

"Kita akan petakan wilayah mana saja yang rawan terdampak gempak dari aktivitas sesar Cirata. Memang saat ini masih minim kajiannya," katanya, Senin (14/11/2022).

Ia menambahkan, hasil kajian yang dilakukan bersama-sama tersebut nantinya menjadi bahan mitigasi untuk kedepannya. Oleh karena itu, edukasi kepada masyarakat bakal masif dilakukan.

"Mulai dari sosialisasi kepada masyarakat sekitar, pembuatan penanda sesar, serta membuat peta evakuasi gempa," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pasca bencana gempa bumi yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat tersebut pihaknya langsung melakukan monitoring.

"Sampai sekarang belum ada laporan kerusakan rumah atau fasilitas akibat gempa Purwakarta dan Cianjur. Memang getarannya terasa di wilayah KBB, Cimahi dan dserah lainnya,"  katanya.

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta masyarakat untuk senantiasa waspada terkait potensi bencana alam yang bisa terjadi sewaktu-waktu termasuk bencana gempa bumi.

Baca Juga: PDIP Sarankan Kelompok Relawan Bikin Partai Sendiri, Bila Ngotot Ikut-ikutan Usung Capres

"Kita imbau masyarakat tetap tenang, tidak menyerap informasi yang tidak jelas setelah rentetan kejadian gempa beberapa hari ini," katanya. (*)

Load More