SuaraBandungBarat.id - Kabid Humas Polda Sulawesi Utara (Sulut) Kombes Pol Jules Abraham Abast menerangkan WNI yang jadi korban perdagangan orang.
Abast menuturkan bahwa ada sekitar 34 WNI yang diduga menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di Kamboja.
Dijelaskannya juga bahwa para WNI tersebut direkrut oleh seorang warga Negara Malaysia.
Orang tersebut memberikan iming-iming dan menjanjikan akan mempekerjakan para WNI dengan gaji tinggi.
Namun nahas, mereka yang terbujuk rayu justru diduga menjadi korban perdagangan orang di Kamboja.
"Para WNI ini direkrut oleh satu orang warga negara Malaysia dan diiming-imingi atau dijanjikan akan dipekerjakan dengan gaji tinggi," ungkap Abast yang dikutip dari pmjnews.com pada Jumat (16/12/2022).
Dikabarkan bahwa bekerja selama beberapa bulan, ternyata gaji yang mereka terima tidak sesuai dengan tawaran awal.
Karena para WNI merasa ditipu, mereka meminta berhenti dari pekerjaan dan pulang ke Indonesia.
Namun sayang, mereka tidak diperbolehkan berhenti justru ditempatkan disekap di rumah milik pengelola.
"Kemungkinan besar mereka tidak diizinkan (untuk berhenti bekerja) karena biaya yang cukup besar pada saat mendatangkan beberapa WNI ini,” jelasnya.
Menurut Abast, para WNI sudah berusaha menghubungi pihak KBRI di Kamboja yang kemudian berkoordinasi dengan kepolisian di sana.
“Mereka (para WNI) berusaha untuk menghubungi pihak KBRI di Kamboja, sehingga pihak KBRI berkoordinasi dengan pihak kepolisian Kamboja yang ada di Phnom Penh," imbuhnya.(*)
Sumber: pmjnews.com
Berita Terkait
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Tiket Solo Run Fest 2026 Diskon 20 Persen via BRImo, Cek Cara Klaimnya
-
Ongkos Sebuah Kegagalan: Mengapa Orang Dewasa Sulit Mencoba Hal Baru?
-
Lewat wondrX 2026, BNI Perkuat Kedekatan Penggemar dengan Para Bintang Bulu Tangkis
-
Apakah Tinted Sunscreen Wajib Diset Pakai Bedak Tabur? Pahami Dulu 5 Hal Ini
-
Pemadaman Karhutla di Pelalawan Terhambat Angin Kencang dan Asap Pekat
-
Pedro Acosta Tak Takut pada Marc Marquez, Persaingan di Ducati Bakal Panas?
-
Tekan Stunting di Maluku Utara, Edukasi Gizi Diperkuat hingga Tingkat Keluarga
-
Cara Merawat Kulit Terbakar Matahari Pakai Serum Centella Asiatica, Ikuti 10 Tipsnya
-
Review Film Mutiny: Sinema Aksi Cepat Tanpa Basa-Basi yang Penuh Adrenalin!
-
Pecah! Gelar Pertunjukan HIVI! Tutup MOKAKU UPI 2026 di Bumi Siliwangi