SuaraBandungBarat.id- Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) KBB, Asep Dendih mengingatkan pihak sekolah untuk senantiasa meningkatkan pengawasan peserta anak didik saat beraktivitas di sekolah.
Ia mengatakan, pihaknya intensif melakukan koordinasi dengan kepala sekolah untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di lingkungan sekolah.
“Saya keliling ke setiap sekolah untuk mengamanatkan jangan sampai terjadi pelecehan seksual maupun perundungan anak di sekolah,” katanya, Selasa (10/1/2023).
Ia menambahkan, pihaknya berpesan agar guru maupun kepala sekolah dapat membina para peserta didik dengan penuh rasa kasih kasang.
“Bahwa guru di sekolah itu harus mampu menjadi orang tua di sekolah dan sebaliknya orang tua harus dapat menjadi seorang guru di rumah,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, .kolaborasi menjadi kunci utama dalam mencegah pelecehan seksual dan perundungan di lingkungan sekolah.
“Kolaborasi antara orangtua dan pihak sekolah harus maksimal. Dalam hal ini, seorang kepala sekolah harus all out dalam menyikapi hal tersebut,” katanya.
Ia menyebut, kepala sekolah pun harus maksimal dengan pengawas Pembina. Hal tersebut dilakukan agar program pencegahan perundungan dan pelecehan seksual di lingkungan sekolah dapat berjalan maksimal.
“Pengawas Pembina juga harus berkolaborasi juga dengan K3S maupun KKPS bagaimana bentuk pengawasan tersebut dapat dilakukan dengan optimal baik dari pelaksanaan pembelajaran maupun yang lainnya,” katanya.
Baca Juga: Laris Manis, PO Mini Album 'The Name Chapter: 'TEMPTATION' TXT Capai 1,56 Juta Copy!
Ia menegaskan, pihaknya pun berkolaborasi dengan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) terkait program tersebut.
“Pengawasan ini juga kita tentu berkolaborasi dengan leading sektor terkait,” tuturnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim