/
Jum'at, 17 Februari 2023 | 11:06 WIB
Ilutrasi, contoh naskah khutbah Jumat tentang hakikat taubat. (lirboyo.net)

Hal ini menunjukkan bahwa seorang yang setiap harinya melakukan ibadah, seolah-olah sudah memiliki kedudukan yang begitu tinggi di sisi Allah SWT.

Jika sudah ditakdirkan melakukan kesalahan oleh Allah, maka ia tidak akan dapat terhindar dari melakukan kesalahan tersebut.

Barshisha al-‘Abid, begitulah orang-orang memberi gelar kepadanya. Predikat itu disematkan karena ia memang orang yang sangat tekun beribadah.

Bahkan, sampai-sampai malaikat pun terkagum atas ibadahnya. Ia juga merupakan seorang guru spiritual yang ulung.

Konon ia memiliki 60.000 murid yang semuanya berilmu tinggi dan memiliki keramat bisa terbang. Namun, di tengah kekaguman para malaikat itu, lantas Allah mengherankannya dengan berkata kepada para malaikat:

“Gerangan apa yang membuatmu begitu terkagum akan Barsisha. Padahal di dalam pandangan hakikatku, ia tak ubahnya seperti setan yang terkutuk.” Syahdan, Malaikat pun tercengang mendengarnya. Mereka mulai menerka-nerka akan takdir apakah yang membuatnya tersungkur ke dalam lembah derajat setan yang hina dina.

Singkat cerita di akhir hayatnya barshisha tergoda oleh rayuan syaitan. Mulai berbuat zina, membunuh wanita yang dizinahi dan pada puncaknya ia menyekutukan Allah SWT. Naudzubillah.

Para hadirin yang dirahmati Allah SWT.

Sebagai hamba Allah SWT yang selalu melakukan kesalahan demi kesalahan, tidak ada yang bisa kita lakukan kecuali bertaubat dan kembali ke jalan Allah SWT.

Baca Juga: 3 Tempat Wisata Hits di Subang Sepanjang 2023, Cocok Buat Healing bersama Pasangan

Dengan bertaubat kepadanya, besar harpannya dosa kita akan diampuni oleh Allah SWT.

Dalam sebuah hadist Qudsi disebutkan:

: ! !

“Wahai keturunan Adam, sesungguhnya selagi kalian berdoa dan berharap kepadaku, maka aku akan mengampuni dosa-dosa kalian dan aku tiada perduli. Wahai keturunan Adam andai dosa kalian sampai menyentuh awan-awan di langit, kemudian kalian meminta maaf kepadaku, maka aku akan mengampuni kalian. Wahai keturunan Adam andai kalian mendatangiku dengan kesalahan yang memenuhi bumi kemudian kalian mendatangiku, tidak menyekutukanku, maka aku akan datang dengan ampunan yang memenuhi bumi.” (HR. at-Turmudzi)

Maka dari itu kita sangat perlu untuk mengetahui hakikat taubat

Hakikat taubat sebagaimana disampaikan Syaikh Muhammad Syakir as-Sakandari dalam karangannya Washoya al Aba’ lil Abna’, kitab yang menjadi mata pelajaran hampir di setiap pesantren yang ada di Indonesia:

Load More