/
Selasa, 21 Februari 2023 | 19:09 WIB
Pimpinan pondok pesantren Al-Bahjah menjelaskan tentang cara mempertahankan agar iman stabil. (Tangkap layar YouTube Al-Bahjah TV)

SuaraBandungBarat.id - Keimanan seorang muslim tidak selalu berada di posisi yang naik alias selalu bersemangat dalam beribadah kepada-Nya.

Keimanan seorang mukmin acapkali pula mengalami penurunan semangat. Hal ini diakibatkan dalam diri manusia terdapat apa yang dikenal dengan takwa dan nafsu.

Saat takwa sedang tinggi-tingginya maka dalam beribadah pun akan begitu bersemangat. Dan setiap saatnya selalu ingin menyembah dan memuja-Nya.

Tetapi, ketika nafsu yang berkuasa maka yang terjadi adalah sebaiknya. Jangankan melaksanakan ibadah sunah, melakukan ibadah wajib pun seolah-olah terpaksa.

Untuk itu, Buya Yahya menerangkan tentang cara mempertahankan agar iman tetap stabil sehingga dapat lebih khusyu dalam melakukan ibadah terhadap-Nya.

Menurutnya cara untuk menjaga keimanan tetap stabil adalah dengan menjaga syahwat saat bergejolak adalah dengan melakukan puasa.

"Dan sebab paling banyak adalah dengan mengingat Allah," katanya.

Tetapi bagaimana jika kita telah melakukan puasa syahwat yang ada dalam diri kita tetap bergejolak.

"Maka, dalam hal ini (perkara syahwat) terbagi dua. Syahwat yang disebut Nabi adalah yang datang tiba-tiba, syahwat yang datang tiba-tiba mudah kita tolak dengan melakukan wudhu dan salat," paparnya lebih lanjut.

Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Persikabo vs PSIS Nirgol di Pakansari

Namun, selain itu ada juga syahwat yang diundang untuk datang dan menurut buya Yahya hal inilah yang membahayakan. Ada orang berpuasa tetapi mengundang syahwat untuk datang dengan menonton hal-hal yang tak elok maka itulah yang membahayakan.

"Gak akan pergi syahwatmu, (karena) kau yang mengundang, bagaimana mau diusir kalau di undang, oleh sebabnya kata Nabi jaga mata," paparnya lanjut.

Jadi, dapat disimpulkan apa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga keimanan tetap stabil adalah dengan menjaga mata.

"Yang kedua, seruan kepada orang tua labilnya (keimanan yang naik turun) jika memang sudah umur maka jangan ragu untuk membuka pintu halal, pernikahan" ungkap buya Yahya.

Pernikahan menurutnya akan menjaga seseorang untuk terhindari dari keimanan yang naik turun. 

Dengan menjaga dua hal tersebut pandangan dan melakukan pernikahan akan membuat seseorang terjauhi dari sifat syahwat yang diundang dengan sengaja. (*)

Load More