SuaraBandungBarat.id - Ammar Zoni ditangkap oleh pihak kepolisian untuk kedua kali akibat penyalahgunaan narkoba atau narkotika jenis sabu.
Sabu adalah salah satu jenis narkotika yang sangat adiktif dan sangat berbahaya bagi kesehatan seseorang. Sabu dapat menyebabkan kerusakan pada organ-organ vital, seperti jantung, paru-paru, dan otak. Selain itu, penggunaan sabu juga dapat menyebabkan gangguan mental dan emosional, seperti kecemasan, depresi, dan gangguan psikotik.
Namun, meskipun diketahui bahayanya, banyak orang sulit untuk berhenti menggunakan sabu, salah satunya suami dari Irish Bella. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
1. Ketergantungan Fisik dan Psikologis
Pengguna sabu yang sudah terbiasa mengonsumsinya dalam jangka waktu yang lama biasanya sudah mengalami ketergantungan fisik dan psikologis pada zat tersebut. Ketergantungan fisik membuat mereka merasa tidak nyaman dan sakit jika tidak meminum sabu, sedangkan ketergantungan psikologis membuat mereka merasa sulit untuk mengendalikan hasrat untuk mengonsumsinya.
2. Lingkungan Sosial
Lingkungan sosial juga sangat berpengaruh terhadap keputusan seseorang untuk berhenti menggunakan sabu. Jika lingkungan sekitar masih banyak yang mengonsumsi sabu, maka seseorang akan sulit untuk berhenti karena tekanan dari teman-temannya.
3. Kurangnya Dukungan
Kurangnya dukungan dari keluarga dan teman-teman juga dapat menjadi penghambat bagi seseorang yang ingin berhenti menggunakan sabu. Ketika seseorang merasa sulit untuk mengatasi ketergantungan sabu, mereka membutuhkan dukungan dan motivasi dari orang-orang di sekitarnya.
Baca Juga: Pantes Ammar Zoni Pakai Sabu, Ternyata Ada Zat Ini dalam Narkotika Jenis Metamfetamin
Untuk mengatasi masalah ini, seseorang yang ingin berhenti menggunakan sabu perlu mencari bantuan dari profesional di bidang kesehatan maupun dari keluarga dan teman-temannya. Terapi dan pengobatan yang tepat dapat membantu mereka melepaskan diri dari ketergantungan sabu dan memulihkan kesehatan mental dan fisiknya. Selain itu, dukungan dari keluarga dan teman-teman juga sangat penting sebagai motivasi dan dorongan untuk terus bertahan dalam proses pemulihan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Bahlil: Batas Masa Jabatan Ketum Parpol Tak Perlu Diseragamkan
-
Tanggapi Santai Usulan KPK, Bahlil: Di Golkar Jangankan 2 Periode, Satu Periode Saja Sering Ganti
-
YLBHI Desak Presiden dan Panglima TNI Hentikan Peradilan Militer yang Dinilai Tidak Adil
-
Pemuda di Cikeusal Rudapaksa Siswi SD dan Paksa Korban Curi Emas Orang Tua Lewat Ancaman Video
-
5 Alasan Wajib Nonton Tradisi Seba Baduy: Ada Barongsai, Layar Tancap, Hingga Diplomat 10 Negara
-
Polri Tetapkan Syekh Ahmad Al Misry Tersangka Pelecehan Seksual 5 Santri Laki-laki
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Jalur Menuju Situs Gunung Padang Kembali Normal Usai Tertimbun Longsor
-
Siapa yang Bermain? Polemik Kali Ciputat Jadi Ajang 'Saling Serang' Dewan vs Pengembang
-
UU PPRT Disahkan, Akademisi UGM Soroti Celah Sanksi dan Kesiapan Jaminan Sosial