Bola / Bola Dunia
Rabu, 17 Juni 2026 | 12:13 WIB
Gelandang Spanyol Mikel Merino merayakan gol kedua timnya pada pertandingan sepak bola perempat final UEFA Euro 2024 antara Spanyol dan Jerman di Stuttgart Arena di Stuttgart pada 5 Juli 2024. Tobias SCHWARZ / AFP
Baca 10 detik
  • Timnas Spanyol fokus memulihkan mentalitas dan strategi di Chattanooga usai hasil imbang mengejutkan.

  • Mikel Merino mengklarifikasi metafora duka sebagai cerminan kekecewaan mendalam akibat kegagalan meraih kemenangan.

  • Skuad La Roja menjadikan perjalanan juara Argentina dan Spanyol 2010 sebagai inspirasi kebangkitan.

Suara.com - Timnas Spanyol langsung mengalihkan fokus untuk membenahi performa menjelang laga hidup-mati melawan Arab Saudi di Piala Dunia 2026, Minggu besok.

Hasil imbang tanpa gol melawan Tanjung Verde memaksa skuad La Roja mengevaluasi mentalitas bertanding mereka secara mendalam.

Pasukan Luis de la Fuente kini telah kembali ke markas latihan mereka di Chattanooga, Tennessee.

Pemain muda Borussia Dortmund Mikel Merino [AFP]

Mereka memiliki waktu 5 hari untuk memulihkan kondisi fisik sekaligus menghilangkan kegusaran akibat kegagalan mendulang poin penuh.

Gelandang Arsenal, Mikel Merino, mengakui bahwa ruang ganti sempat diselimuti kekecewaan yang sangat berat.

Namun, situasi tersebut dinilai wajar bagi sebuah tim dengan ekspektasi dan jiwa kompetitif yang tinggi.

"Setiap pemain memiliki caranya sendiri untuk menghadapi masa berduka," ujar Merino kepada jurnalis dalam konferensi pers setengah jam pada hari Selasa.

Timnas Spanyol menjadi satu-satunya tim peserta yang masih clean sheet di Piala Eropa atau Euro 2024. (screenshot X/@SEFutbol)

"Beberapa ada yang suka langsung menonton video pertandingan ulang. Yang lain lebih memilih untuk memutus koneksi. Ini adalah momen untuk menelan kekecewaan karena tidak mendapatkan 3 poin. Kami sudah memikirkan apa yang harus kami tingkatkan."

Pernyataan tersebut sempat memicu spekulasi bahwa internal tim sedang mengalami guncangan hebat pasca-laga perdana.

Baca Juga: Demam Piala Dunia 2026: Marc Klok Dukung 3 Negara Ini Selain Belanda

Merino segera meluruskan maksud dari penggunaan istilah yang dinilai terlalu dramatis oleh para jurnalis.

"Mungkin saya tidak mengekspresikan diri dengan baik, itu adalah upaya metafora, sebuah perbandingan," kata Merino memberikan klarifikasi.

"Tidak ada yang meninggal. Ini bukan berduka yang seperti itu. Namun terkadang kekalahan terasa seperti itu. Ketika Anda sangat kompetitif, Anda ingin berada di performa terbaik Anda. Ketika Anda tidak mencapainya, Anda pulang ke rumah dan Anda bahkan tidak ingin berbicara dengan keluarga Anda. Itulah mengapa ini sedikit seperti berduka."

Menatap masa depan di turnamen ini, Merino optimistis dinamika grup masih sangat terbuka bagi siapa saja.

Ia mencontohkan Argentina pada Piala Dunia 2022 yang mengawali kompetisi dengan kekalahan mengejutkan sebelum akhirnya menjadi kampiun.

"Banyak cerita hebat dimulai dengan pertandingan yang tidak terlalu bagus," tutur mantan pemain Real Sociedad tersebut.

Load More