Suarabandungbarat.id - Nama Maudy Ayunda cukup harum di telinga masyarakat Indonesia.
Maudy sempat menghebohkan publik melalui sebuah cuitan di Twitter mengenai dilemanya dalam menjatuhkan pilihan antara melanjutkan S2 di Harvard atau Stanford pada 2019 lalu.
Selain itu, artis berbakat ini merupakan lulusan S1 dari Oxford University pada 2016.
Berkuliah di kampus luar negeri tentu membutuhkan kemampuan berbahasa Inggris.
Rupanya, Maudy tak serta merta lancar menggunakan bahasa tersebut.
Maudy memaparkan semuanya dalam video yang berjudul “Thoughts on How English Changed My Life” di kanal YouTube-nya, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional pada 8 Maret 2023 kemarin.
Maudy membagikan pengalamannya. tentang bagaimana kemampuan Bahasa Inggris berpengaruh terhadap hidupnya.
Ia juga menyampaikan pengalaman yang membawanya mampu berbahasa asing.
Maudy menceritakan bahwa ketika duduk di kelas 3 SD, ia bahkan belum bisa berbahasa Inggris.
Baca Juga: Kronologi Anak DPRD Tegal Ditemukan Tewas di Sawah, Penuh Luka Sabetan Sajam
Pada saat yang sama ia pindah ke sebuah sekolah internasional yang memaksa Maudy mulai belajar Bahasa Inggris.
“Nah, aku tuh waktu kecil suka banget baca dan aku selalu mojok dan aku baca banyak banget buku dan aku belum bisa Bahasa Inggris,” kenangnya.
Ia mulai dengan memadukan proses pembelajaran tersebut dengan hobinya dalam membaca, yakni dengan membaca buku berbahasa internasional ini.
“Ya intinya aku jadi punya pintu ke dua dunia: dunia Bahasa Indonesia dan dunia Bahasa Inggris gitu, dalam umur yang cukup dini.” jelasnya.
Dalam proses tersebut, Maudy memperoleh akses ke cerita yang sangat imajinatif. Kosa katanya pun semakin bertambah.
“That’s really powerful, jadi akhirnya kosa kata aku mungkin semakin banyak, vocabulary aku semakin banyak, tapi juga most importantly, the ideas that I'm exposed to were a lot more because I'm learning two languages,” terangnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
Terkini
-
PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi
-
Importir Sepakat Jaga Harga Kedelai Rp11.500/Kg untuk Pengrajin Tahu Tempe
-
Ajudan Gubernur Riau Nonaktif Abdul Wahid Gugat KPK Rp11 Miliar
-
Siswa di Siak Meninggal saat Praktik Sains, Polisi Selidiki Bubuk Hitam-Potongan Besi
-
3 Dekade Berkarya, ADA Band Rilis 'Selalu Ada': Refleksi tentang Kehadiran dan Perpisahan
-
Internet Ngebut di Palembang, Jaringan 5G Telkomsel Makin Luas dan Ini Dampaknya bagi Pengguna
-
Santai Jelang Lawan Persija Jakarta, Bernardo Tavares: Tekanan Menang di Mereka!
-
KPK OTT di Tulungagung, Bupati Gatut Sunu Diamankan
-
Anggota DPR Soroti Tragedi Siswa SMP di Siak Meninggal saat Praktik: Saya Tak Habis Pikir
-
HUT ke-45 PTBA Lebih Bermakna, Aksi Donor Darah Libatkan Banyak Pihak