Bisnis / Energi
Selasa, 26 Mei 2026 | 10:23 WIB
AS - Iran kembali memanas.[Suara.com]
Baca 10 detik
  • Harga minyak Brent naik 1,5 persen menjadi 97,56 dolar AS per barel di pasar Asia, Selasa, 26 Mei 2026.
  • Kenaikan harga dipicu serangan udara militer Amerika Serikat terhadap target militer di wilayah Iran selatan hari ini.
  • Konflik di Selat Hormuz menyebabkan tersumbatnya pasokan energi global dan mengancam keberhasilan perundingan gencatan senjata di Qatar.

Suara.com - Harga minyak mentah dunia kembali mengalami kenaikan pada awal perdagangan di pasar Asia, Selasa 26 Mei 2026. 

Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan baru setelah militer Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan udara ke wilayah Iran selatan, sebuah tindakan yang diklaim Washington sebagai langkah defensif.

Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent merangkak naik 1,40 dolar AS atau 1,5 persen ke posisi 97,56 dolar AS per barel pada pukul 00.06 GMT (07:06 WIB).

Sebelumnya, pada sesi perdagangan hari Senin, harga Brent sempat anjlok hingga 7 persen akibat sentimen optimisme damai. 

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS diperdagangkan di level 91,25 dolar AS per barel.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa pasukannya telah menggempur sejumlah target di Iran selatan, termasuk situs peluncuran rudal dan armada kapal yang diindikasikan tengah mencoba memasang ranjau laut.

Ilustrasi konflik AS-Israel-Iran di selat hormuz.[Suara.com]

"Serangan ini dirancang untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh militer Iran," tulis pernyataan resmi CENTCOM. 

Di sisi lain, media lokal Iran melaporkan adanya suara ledakan hebat di kota pelabuhan Bandar Abbas serta area pesisir yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz.

Konflik bersenjata yang telah berlangsung selama tiga bulan ini telah melumpuhkan jalur logistik global. 

Baca Juga: Mata Uang Rupiah Terus Jeblok, Dolar AS Naik ke Level Rp17.768

Teheran memblokade hampir seluruh pelayaran internasional di kawasan Teluk, yang berakibat pada tersumbatnya seperlima pasokan minyak dan gas dunia serta melonjakkan harga energi hingga lebih dari 50 persen.

Di tengah kontak senjata, proses diplomasi sebenarnya tengah berjalan di Doha, Qatar. 

Delegasi tingkat tinggi dari AS dan Iran dilaporkan mulai menunjukkan kemajuan terkait penyusunan nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan gencatan senjata selama 60 hari.

Berdasarkan laporan Nikkei, draft perjanjian tersebut mencakup komitmen Iran untuk membersihkan ranjau di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari agar kapal dagang dapat kembali melintas dengan aman tanpa dipungut biaya transit. 

Data pelacakan kapal bahkan menunjukkan tiga tanker LNG tujuan Asia serta satu super tanker pengangkut minyak Irak mulai bisa keluar dari selat setelah tertahan hampir tiga bulan.

Namun, optimisme pasar kembali diuji setelah Presiden AS Donald Trump mengeluarkan pernyataan keras. 

Load More